Beranda / Kesehatan / Risiko Penyakit Jantung Tersembunyi, Ternyata Mengintai Satu dari Lima Orang

Risiko Penyakit Jantung Tersembunyi, Ternyata Mengintai Satu dari Lima Orang

HARIANJABAR.ID- Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa satu dari lima orang memiliki risiko kesehatan jantung tersembunyi akibat kadar partikel Lipoprotein(a) atau Lp(a) yang sangat tinggi di dalam darah. Kondisi genetik ini sering kali tidak menunjukkan gejala sehingga membuat jutaan orang tidak menyadari ancaman serius seperti stroke dan kematian kardiovaskular yang mengintai mereka.

Temuan tersebut dipaparkan dalam sesi ilmiah Society for Cardiovascular Angiography & Interventions (SCAI) 2026 di Montreal, melibatkan analisis terhadap lebih dari 20.000 partisipan dari tiga studi besar National Institutes of Health (NIH). Lipoprotein(a) sendiri merupakan partikel pembawa kolesterol yang secara struktur menyerupai kolesterol jahat (LDL), namun memiliki protein tambahan yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Meskipun kadar kolesterol standar seseorang tampak normal, keberadaan Lp(a) yang tinggi tetap dapat meningkatkan kerentanan tubuh terhadap serangan jantung dan stroke. Karena faktor ini sangat dipengaruhi oleh genetika, deteksi dini melalui pemeriksaan darah menjadi langkah krusial yang sering kali terabaikan dalam rutinitas pemeriksaan medis biasa.

Dalam analisis data selama 3,98 tahun, para peneliti menemukan bahwa kadar Lp(a) sebesar 175 nmo/L atau lebih memiliki kaitan independen dengan peningkatan risiko peristiwa kardiovaskular besar, termasuk kematian jantung dan stroke. Risiko ini terbukti lebih signifikan pada individu yang memang telah memiliki riwayat penyakit jantung dibandingkan mereka yang sebelumnya sehat.

Pentingnya Tes Darah Sederhana

Subhash Banerjee, MD, FSCAI, seorang ahli jantung intervensi di Baylor Scott & White, Dallas, menekankan pentingnya langkah preventif bagi masyarakat untuk mendeteksi kondisi genetik ini sejak dini.

“Untuk pertama kalinya, kita bisa mengukur tingkat spesifik Lp(a) yang menempatkan pasien pada risiko jauh lebih tinggi untuk mengalami peristiwa kardiovaskular besar, khususnya stroke dan kematian, sebagaimana disampaikan dalam sesi ilmiah SCAI pada Agustus 2026,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa jika seseorang terdeteksi memiliki kadar Lp(a) yang tinggi, mereka harus bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan untuk menurunkan kolesterol LDL secara agresif. Langkah ini dinilai sangat berharga bagi pasien untuk mengelola faktor risiko kardiovaskular lainnya, terutama seiring dengan munculnya berbagai opsi pengobatan baru yang ditargetkan di masa depan.

Tag: