Beranda / Nasional / Disaster Network Lakukan Identifikasi Psychological Preparedness, Perkuat Kesiapan Lansia Hadapi Bencana

Disaster Network Lakukan Identifikasi Psychological Preparedness, Perkuat Kesiapan Lansia Hadapi Bencana

HARIANJABAR.ID – Disaster Network melaksanakan kegiatan home visit lansia pada 4–6 September 2026 di Desa Cangkringan, Sleman, dan Desa Sumur, Boyolali yang termasuk kawasan rawan bencana erupsi Gunung Merapi.

Kegiatan dikoordinasikan oleh Dr. Listyo Yuwanto, Psikolog, bersama Jennifer Christy Sutanto dan Sintya Mauliddina Putri dengan dukungan komunitas lokal, salah satunya Ibu Nyami, pegiat komunitas yang membantu menghubungkan tim dengan masyarakat dan lansia di wilayah kegiatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan praktik pengurangan risiko bencana berbasis komunitas. Salah satu fokus utama home visit adalah mengidentifikasi psychological preparedness atau kesiapan psikologis lansia dalam menghadapi bencana.

Asesmen dilakukan melalui kunjungan langsung dan percakapan dengan lansia yang mencakup Kondisi fisik dan mobilitas, termasuk keterbatasan dan kebutuhan khusus saat evakuasi. Psychological preparedness, meliputi persepsi ancaman, pengalaman bencana, respons dan regulasi emosi, self-efficacy, pengambilan keputusan, serta coping.

Kesiapsiagaan dan evakuasi, termasuk pengetahuan tindakan darurat, kemampuan meminta bantuan, dan hambatan evakuasi. Dukungan sosial, mencakup keluarga, tetangga, kader, dan komunitas. Lingkungan dan kebutuhan tindak lanjut, termasuk kondisi rumah, akses evakuasi, serta kebutuhan kesehatan atau psikososial.

BACA JUGA  Ahli Psikologi Bencana Ingatkan Risiko Cuaca, Kepadatan Jalur Mudik, Kerumunan Wisata, dan Kerentanan Ekonomi Saat Libur Lebaran 2026

Kunjungan rumah memungkinkan tim memahami kondisi lansia secara lebih utuh karena asesmen dilakukan dalam lingkungan kehidupan sehari-hari. Selain kondisi psikologis, tim juga mengidentifikasi kondisi kesehatan, mobilitas, lingkungan rumah, dukungan sosial, serta faktor yang dapat menjadi hambatan maupun sumber daya dalam proses evakuasi.

Pendekatan ini penting karena kerentanan lansia bersifat multidimensional. Keterbatasan mobilitas, penyakit kronis, kesepian, keterbatasan dukungan sosial, pengalaman bencana, maupun kondisi lingkungan dapat saling berinteraksi dan memengaruhi kesiapan menghadapi bencana.
Pada saat yang sama, keluarga, tetangga, kader, dan komunitas merupakan sumber daya penting yang dapat memperkuat kesiapan lansia.

Disaster Network menempatkan komunitas lokal sebagai bagian penting dari kegiatan. Dukungan Ibu Nyami dan pegiat komunitas lainnya membantu membangun akses dan komunikasi dengan lansia sehingga kegiatan tidak berhenti pada asesmen individual, tetapi terhubung dengan jejaring sosial yang telah hidup di masyarakat.

BACA JUGA  EcoFuture Disaster Network: Ecotherapy Berbasis Alam untuk Kesejahteraan Psikologis dan Kepedulian Sosial

Hasil home visit diarahkan untuk menjadi dasar penyusunan kebutuhan tindak lanjut, seperti edukasi kesiapsiagaan, penguatan dukungan sosial, penyusunan personal preparedness plan, maupun rujukan apabila ditemukan kebutuhan kesehatan atau psikologis yang memerlukan layanan lebih lanjut.

Tag: