HARIANJABAR.ID- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi hujan dengan intensitas beragam di berbagai wilayah Indonesia pada Sabtu (26/9/2026). Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat adanya potensi cuaca ekstrem, termasuk peringatan dini banjir rob di sejumlah kawasan pesisir.
Prakirawan BMKG, Miftah Ali, memberikan perhatian khusus terhadap kondisi cuaca di Pulau Sumatera, terutama wilayah Pekanbaru yang diprediksi akan mengalami hujan petir. Selain itu, hujan dengan intensitas ringan diprakirakan mengguyur kota-kota besar seperti Banda Aceh, Medan, Padang, Jambi, Bengkulu, dan Bandar Lampung. Sementara itu, wilayah Palembang dan Pangkal Pinang dilaporkan mengalami kondisi udara kabur.
Beralih ke Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, cuaca bervariasi antara hujan ringan hingga cerah berawan. Wilayah seperti Serang, Jakarta, Bandung, dan Mataram diprediksi akan diguyur hujan ringan, sedangkan Yogyakarta terpantau mengalami kondisi udara kabur. Untuk wilayah Kalimantan, potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, dan Tanjung Selor, dengan catatan suhu udara panas menyengat di Banjarmasin yang disertai potensi asap kabut.
Di wilayah Indonesia bagian timur, BMKG mendeteksi adanya potensi hujan sedang di Mamuju serta hujan ringan yang meliputi wilayah Palu, Nabire, Jayawijaya, dan Jayapura. Selain memantau cuaca daratan, BMKG juga mengeluarkan peringatan bagi pelaku sektor transportasi laut terkait ancaman gelombang tinggi.
Waspada Gelombang Tinggi dan Banjir Rob
Pihak BMKG meminta masyarakat untuk mewaspadai ancaman gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter yang berpotensi terjadi di perairan Samudera Hindia barat Mentawai hingga Lampung, serta perairan selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar pelabuhan maupun pesisir juga diminta mengantisipasi datangnya air pasang atau banjir rob di pesisir Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan pesisir Kalimantan Tengah,” ujar Miftah.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG terus mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menyesuaikan agenda harian dengan kondisi cuaca terkini yang dapat berubah secara tiba-tiba.










