HARIANJABAR.ID- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung Barat kini tengah menjajaki peluang untuk memperluas jangkauan ekspor produk kopi lokal ke pasar Dubai, Uni Emirat Arab. Upaya ini dilakukan menyusul keberhasilan kopi asal Lembang yang sebelumnya telah menembus pasar internasional, termasuk Arab Saudi dan beberapa negara di Eropa.
Ketua Kadin Kabupaten Bandung Barat, Syamsul Maarif, mengungkapkan bahwa inisiatif tersebut muncul dalam pertemuan bisnis bersama delegasi asal Dubai yang berlangsung di Jawa Barat, Senin (21/9/2026). Ia optimistis bahwa kualitas kopi dari Bandung Barat mampu bersaing di pasar global, mengingat produk serupa telah mendapatkan pengakuan di Jerman.
“Saya perlu menyampaikan bahwa di Bandung Barat terdapat produk kopi yang memiliki kualitas baik. Kami telah mengekspor kopi ke Eropa, khususnya Jerman. Saya pikir Dubai juga memiliki pasar kopi,” ujar Syamsul.
Sebelumnya, kopi jenis Arabika dari kawasan Gunung Tangkuban Parahu sukses melakukan ekspor perdana sebanyak empat ton ke Arab Saudi. Produk yang menggunakan teknik fermentasi nanas tersebut mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp800 juta, sekaligus membuka jalur perdagangan kopi premium dari wilayah tersebut ke Timur Tengah.
Strategi Peningkatan Kapasitas Produksi
Untuk menyokong target ekspor yang lebih besar, Kadin Bandung Barat menekankan pentingnya penguatan kapasitas petani lokal. Saat ini, Tonas Kopi sebagai salah satu pelaku usaha utama telah menyerap sekitar 50 ton biji kopi dari para petani di Desa Cibodas.
Pihak pengelola kopi menargetkan peningkatan kapasitas produksi hingga dua atau tiga kali lipat di masa mendatang. Hal ini memerlukan ketersediaan bahan baku hingga lebih dari 100 ton biji kopi untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
Pemerintah, melalui Kementerian Ketenagakerjaan, juga telah memberikan dukungan berupa pelatihan teknis bagi pelaku usaha kopi di Bandung Barat. Program pelatihan tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari teknik pembibitan, pengelolaan lahan, metode panen yang tepat, hingga proses pengolahan pascapanen agar kualitas kopi tetap terjaga sesuai standar internasional.
“Setelah pertemuan ini, Bapak dan Ibu dapat melihat salah satu contoh kopi terbaik di Indonesia. Mungkin setelah ini kopi dari sini dapat dibawa ke Dubai,” pungkas Syamsul.










