HARIANJABAR.ID- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat melaporkan bahwa Kabupaten Bekasi menjadi wilayah dengan realisasi penyaluran kredit perbankan tertinggi hingga triwulan III 2026. Capaian ini menunjukkan dominasi sektor ekonomi di wilayah tersebut dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Jawa Barat.
Berdasarkan data yang dirilis, penyaluran kredit di Kabupaten Bekasi tercatat mencapai Rp213,24 triliun per September 2026. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 23,08 persen secara tahunan (YoY), yang menempatkan wilayah tersebut dengan pangsa pasar kredit sebesar 18,78 persen.
Selain Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor menempati posisi kedua dengan total penyaluran kredit sebesar Rp151,18 triliun dan pangsa pasar 13,31 persen. Sementara itu, Kota Bandung berada di posisi ketiga dengan realisasi kredit sebesar Rp132,98 triliun atau mencatatkan pertumbuhan 1,27 persen secara tahunan.
Secara keseluruhan, total penyaluran kredit perbankan di seluruh wilayah Jawa Barat hingga akhir triwulan III 2026 mencapai Rp1.135,42 triliun. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 8,81 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dominasi Kawasan Pusat Industri
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, menyatakan bahwa kawasan industri dan pusat aktivitas ekonomi menjadi motor penggerak utama dalam penyaluran kredit di wilayah Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa tren ini diharapkan mampu dimanfaatkan dengan optimal oleh para pelaku usaha di daerah guna mendukung percepatan serta pemerataan pemulihan ekonomi kawasan.
“Penyaluran kredit terbesar di Jawa Barat mencatatkan Kabupaten Bekasi di urutan teratas mencapai Rp213,24 triliun dengan kontribusi pangsa sebesar 18,78 persen dari total penyaluran kredit perbankan,” ujar Darwisman pada Rabu (4/11/ 2026).
Selain wilayah utama tersebut, OJK mencatat pertumbuhan signifikan di sejumlah daerah lain. Kabupaten Pangandaran tercatat memiliki persentase pertumbuhan tertinggi mencapai 75,61 persen, diikuti oleh Kota Banjar sebesar 47,39 persen, dan Kabupaten Bandung Barat sebesar 33,84 persen. Namun, terdapat pula beberapa daerah yang mengalami kontraksi atau penurunan penyaluran kredit, seperti Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.












