HARIANJABAR.ID – Perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi siapa saja untuk berinovasi, termasuk mereka yang tidak memiliki latar belakang pendidikan teknologi informasi. Semangat inilah yang mendorong Harianto Syahputra, seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, untuk mulai merintis ekosistem bisnis digital dari nol.
Lulusan Sarjana Hukum Universitas Prima Indonesia tahun 2024 ini melihat teknologi digital bukan sekadar perkembangan zaman, melainkan ruang untuk belajar, berkarya, membangun peluang, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Berbekal kemauan untuk terus belajar, Harianto mulai mengembangkan gagasan melalui Nalar Digital Grup, sebuah konsep ekosistem digital yang menaungi tiga unit dengan fokus berbeda, yakni Nalar Academy di bidang pendidikan, Nalar Pustaka di bidang literasi dan publikasi, serta Ruang Aksara sebagai ruang kreativitas menulis dan pengembangan karya.
Pengembangan tersebut menjadi perjalanan baru yang menantang. Tanpa menjadikan latar belakang pendidikan sebagai batas, ia berupaya memahami dunia digital secara bertahap, mulai dari perancangan platform website hingga membangun identitas dan arah pengembangan masing-masing unit.
Baginya, membangun bisnis digital bukan hanya tentang menghadirkan website, tetapi juga menciptakan layanan yang relevan, berkelanjutan, dan berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Melalui Nalar Academy, ia ingin mengembangkan ruang pembelajaran yang mendukung persiapan pendidikan dan karier. Nalar Pustaka diarahkan untuk mendukung literasi, penyuntingan, dan publikasi, sementara Ruang Aksara menjadi wadah untuk menuangkan gagasan, refleksi, dan karya tulis.
“Saya percaya bahwa latar belakang pendidikan bukanlah batas untuk mempelajari hal baru. Kita tidak harus menguasai semuanya sejak awal, tetapi harus berani memulai, bersedia belajar, dan konsisten mengembangkan gagasan,” ungkap ASN asal kota Medan itu dalam keterangan kepada HarianJabar ID, Kamis (29/10/2026).
Pengembangan ekosistem ini, menurut Harianto masih berlangsung secara bertahap. Ke depan, ia berharap gagasan yang dibangunnya mampu berkembang menjadi layanan digital yang bermanfaat sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berani mengeksplorasi potensi diri.












