HARIANJABAR.ID- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat memastikan stabilitas sistem keuangan di wilayah tersebut terjaga kuat seiring dengan capaian pertumbuhan ekonomi positif pada triwulan III 2026. Pertumbuhan yang ditopang oleh sektor-sektor produktif ini mencerminkan resiliensi ekonomi daerah di tengah dinamika pasar global maupun domestik.
Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, pada Senin, (2/11/2026) menyatakan bahwa sektor jasa keuangan di wilayahnya memiliki ketahanan yang mumpuni. Kondisi ini didukung oleh kecukupan likuiditas serta permodalan yang kuat guna menggerakkan ekspansi pembiayaan di berbagai sektor.
Perekonomian di Jawa Barat mendapatkan sokongan besar dari jumlah penduduk yang mencapai 51,16 juta jiwa per Februari 2026. Angka tersebut menciptakan pasar domestik yang luas bagi pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta industri pengolahan.
Selain indikator makro, kesejahteraan masyarakat menunjukkan perbaikan dengan tingkat kemiskinan berada di angka 6,54 persen pada Maret 2026. Sementara itu, tingkat inflasi tahunan per September 2026 tetap terkendali pada posisi 3,16 persen, yang menandakan stabilitas daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik.
Stabilitas Intermediasi Keuangan Daerah
Stabilitas sektor jasa keuangan di Jawa Barat tetap terjaga stabil dengan likuiditas yang memadai serta permodalan yang kuat untuk mendukung ekspansi pembiayaan daerah, ungkap Darwisman pada Senin, 2 November 2026.
Data pendukung lainnya menunjukkan capaian positif pada sektor sosial, di mana angka stunting berhasil ditekan secara signifikan menjadi 15,9 persen pada 2024. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat berada pada level kompetitif sebesar 75,90 poin.
Ke depan, OJK berkomitmen untuk terus mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak pengganda bagi kesejahteraan masyarakat secara luas dan berkelanjutan.
Kami akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan fungsi intermediasi perbankan berjalan optimal, sehingga mampu memberikan multiplier effect nyata bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Barat, pungkas Darwisman.













