Beranda / Daerah / Kualitas Udara Buruk di Bandung Dipicu Peningkatan Polusi Kendaraan Bermotor

Kualitas Udara Buruk di Bandung Dipicu Peningkatan Polusi Kendaraan Bermotor

HARIANJABAR.ID- Tingkat polusi udara di Kota Bandung mengalami lonjakan signifikan yang dipicu oleh tingginya aktivitas kendaraan bermotor serta minimnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan transportasi dan pembenahan lingkungan kota.

Berdasarkan pantauan situs pemantau kualitas udara IQAir pada Kamis (29/10/2026) kemarin, indeks kualitas udara di ibu kota Jawa Barat tersebut sempat menyentuh angka 167 yang dikategorikan sebagai tidak sehat. Meski sempat membaik pada sore harinya, data dari Air Quality Monitoring System (AQMS) menunjukkan angka fluktuatif yang dipengaruhi oleh akumulasi debu jalanan dan emisi gas buang kendaraan.

BACA JUGA  Pesona Keunikan Kampung Katumbiri di Kota Bandung yang Menarik Wisatawan

Tim Advokasi Walhi Jawa Barat, Ajeng Pramudia, menyatakan bahwa cuaca kering yang terjadi saat ini membuat partikel polutan bertahan jauh lebih lama di udara. Hal ini diperparah dengan volume kendaraan di jalan raya yang terus meningkat setiap harinya.

“Jadi polutannya tuh sulit untuk dihilangkan. Biasanya, kalau hujan memang mengurangi polutan ya. Selain itu, kita juga tahu, misal laju kendaraan di Kota Bandung ini banyak banget. Nah, itu juga jadi salah satu penyumbang polutan di Kota Bandung,” ujar Ajeng Pramudia, Jumat (30/10/2026).

Solusi menekan polusi udara

Untuk mengatasi masalah ini, pihak Walhi mendesak Pemerintah Kota Bandung agar lebih gencar memperkuat kebijakan pengendalian kendaraan pribadi di wilayah perkotaan. Peningkatan kualitas dan jangkauan transportasi publik dinilai menjadi solusi vital agar masyarakat memiliki opsi mobilitas yang lebih ramah lingkungan.

BACA JUGA  Wali Kota Bandung Instruksikan Pendekatan Persuasif dalam Penertiban PKL

Selain sektor transportasi, pemerintah juga didorong untuk memenuhi target proporsi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Saat ini, luas RTH di Kota Bandung masih berada pada kisaran 12,15 hingga 15,73 persen, angka ini masih jauh di bawah target ideal sebesar 20 persen dari luas wilayah.

Kolaborasi multisektoral antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan dianggap menjadi kunci utama agar kualitas udara di Kota Bandung dapat membaik secara permanen. Tanpa adanya kebijakan transportasi yang terintegrasi dan penambahan area hijau yang signifikan, kualitas udara kota dikhawatirkan akan terus berada dalam status yang tidak sehat saat memasuki musim kemarau.

Tag: