Beranda / Sains & Tekno / UNSIL Kembangkan Hidroponik Tower Berbasis IoT Bertenaga Surya

UNSIL Kembangkan Hidroponik Tower Berbasis IoT Bertenaga Surya

HARIANJABAR.ID –  Tim peneliti Universitas Siliwangi (UNSIL) mengembangkan sistem monitoring dan kontrol nutrisi hidroponik tower berbasis Internet of Things (IoT) dengan catu daya photovoltaic. Teknologi tersebut dikembangkan untuk meningkatkan ketepatan pemantauan nutrisi sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan dalam pertanian modern.

Tim penelitian yang terdiri atas Rian Nurdiansyah, Farradita Nugraha, dan Prama Permana serta mahasiswa Adityo dan Hasbi mengintegrasikan mikrokontroler ESP32, sensor Total Dissolved Solids (TDS), sensor temperatur DS18B20, pompa sirkulasi, dashboard IoT, panel photovoltaic 20 Wp, baterai 12 V 7 Ah, dan solar charge controller berbasis MPPT.

Melalui sistem tersebut, konsentrasi zat terlarut dan temperatur larutan nutrisi dapat dipantau secara real-time. Data hasil pengukuran dikirimkan melalui jaringan internet menuju dashboard sehingga pengguna dapat memantau kondisi hidroponik dari jarak jauh.Pompa sirkulasi dikendalikan berdasarkan nilai TDS. Pompa akan aktif ketika nilai TDS berada di bawah 550 ppm dan berhenti ketika nilai TDS mencapai atau melebihi 550 ppm. Pompa tersebut berfungsi untuk mensirkulasikan dan menghomogenkan larutan nutrisi.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor TDS memiliki rata-rata kesalahan pembacaan sebesar 1,72 persen. Sistem komunikasi IoT berhasil mengirimkan 426 dari 432 data atau mencapai tingkat keberhasilan 98,61 persen dengan waktu tunda rata-rata 2,3 detik.Pada pengujian energi selama tiga hari, panel photovoltaic menghasilkan energi rata-rata sebesar 55,4 Wh per hari, sedangkan konsumsi energi sistem tercatat sebesar 40,2 Wh per hari. Dengan demikian, sistem menghasilkan surplus energi rata-rata sebesar 15,3 Wh per hari selama periode pengujian.

Pengembangan hidroponik tower berbasis IoT dan energi surya ini diharapkan dapat mendukung penerapan pertanian cerdas, khususnya pada wilayah dengan keterbatasan lahan. Sistem hidroponik vertikal memungkinkan penggunaan ruang secara lebih efisien, teknologi IoT mempermudah pemantauan kondisi nutrisi, dan photovoltaic menyediakan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Tahap pengembangan berikutnya akan diarahkan pada penambahan sensor pH, sistem pemberian nutrisi otomatis, pengujian jangka panjang, serta evaluasi pengaruh sistem terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Hasil penelitian telah dipublikasikan dalam artikel berjudul “Evaluasi Kinerja Sistem Monitoring TDS dan Sirkulasi Larutan Nutrisi Berbasis IoT pada Hidroponik Tower Bertenaga Photovoltaic” pada Electrician: Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro, Volume 20 Nomor 3, dengan DOI 10.23960/elc.v20n3.3154.

Tim peneliti menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Siliwangi yang telah memberikan dukungan pendanaan terhadap pelaksanaan penelitian ini. Dukungan tersebut berperan penting dalam proses pengembangan, implementasi, pengujian sistem, dan penyelesaian luaran penelitian.

Tag: