HARIANJABAR.ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Siliwangi memperkenalkan inovasi alat ukur tinggi dan berat badan balita otomatis di Posyandu Garuda Mas Sehat atau Posyandu Gemas, Perum Garuda Mas Residence, Kelurahan Ciburuyan, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan bertajuk “Inovasi Alat Ukur Otomatis untuk Optimalisasi Layanan Monitoring Balita di Posyandu Garuda Mas Sehat (Gemas)” tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Siliwangi Tahun 2026.
Tim pelaksana yang merupakan dosen Unsil dipimpin oleh Andri Ulus Rahayu dengan anggota Asep Andang, Neng Ika Kurniati, Linda Faridah, Nidar Nadrotan Naim Sujana, serta sejumlah mahasiswa Universitas Siliwangi. Kegiatan juga diikuti Ketua Kader Posyandu Gemas, Ita, bersama para kader dan masyarakat setempat.
Ketua pelaksana, Andri Ulus Rahayu, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk membantu kader mempercepat proses pengukuran sekaligus meningkatkan ketertiban pencatatan data pertumbuhan anak.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya memperkenalkan alat, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan kader posyandu. Proses pengukuran tinggi dan berat badan diharapkan menjadi lebih cepat, akurat, serta terdokumentasi secara digital,” kata Andri.
Menurut dia, program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya penerapan hasil pengembangan teknologi dosen dan mahasiswa agar dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.
Data Pengukuran Tersimpan Secara Digital
Alat yang diperkenalkan dirancang untuk mengukur tinggi dan berat badan balita secara otomatis. Perangkat tersebut dilengkapi sensor pengukuran, layar LCD, kartu identifikasi RFID, serta koneksi ke dasbor berbasis web.
Data hasil pengukuran dapat dihubungkan dengan identitas setiap balita, kemudian disimpan dan dipantau kembali melalui sistem digital. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan pembacaan, mempercepat pelayanan, serta memudahkan kader dalam memantau perkembangan anak secara berkala.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Universitas Siliwangi mendemonstrasikan penggunaan alat kepada para kader dengan melibatkan seorang anak sebagai peraga. Demonstrasi meliputi proses pengukuran tinggi dan berat badan, penggunaan kartu RFID, pembacaan hasil pada layar LCD, serta pemeriksaan data melalui dasbor web.
Praktik langsung tersebut dilakukan agar kader memahami alur penggunaan alat sebelum sistem diterapkan dalam pelayanan rutin posyandu.
Kader Usulkan Fitur Ekspor Data
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai sejumlah kendala yang dihadapi kader, terutama dalam proses pengukuran, pencatatan, penyimpanan, dan penyusunan laporan data balita.
Salah satu masukan utama dari kader adalah penambahan fitur ekspor data ke Microsoft Excel. Fitur tersebut dinilai penting agar hasil pengukuran lebih mudah disimpan, dibagikan, dicetak, dan direkapitulasi untuk kebutuhan laporan posyandu.
Masukan dari kader selanjutnya akan digunakan sebagai bahan penyempurnaan sistem agar teknologi yang dikembangkan semakin sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pengguna di lapangan.
Ketua Kader Posyandu Gemas, Ita, menyampaikan apresiasi kepada tim Universitas Siliwangi atas penerapan inovasi tersebut.
“Terima kasih kepada rekan-rekan Universitas Siliwangi yang telah memperkenalkan inovasi alat ukur otomatis untuk mendukung pelayanan pemantauan balita di Posyandu Garuda Mas. Semoga alat ini dapat memberikan manfaat bagi Posyandu Gemas dan juga posyandu lainnya,” ujar Ita.
Serahkan Hibah Alat Ukur Digital
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, tim Universitas Siliwangi juga menyerahkan hibah berupa alat ukur tinggi dan berat badan digital untuk bayi dan balita kepada Posyandu Gemas.
Hibah tersebut diharapkan dapat melengkapi sarana pelayanan posyandu serta membantu kader melakukan pengukuran sesuai dengan kebutuhan usia anak. Selain itu, keberadaan alat ukur digital dinilai dapat mendukung pemantauan pertumbuhan bayi dan balita secara lebih akurat dan berkelanjutan.
Program pengabdian akan dilanjutkan melalui pendampingan, evaluasi, dan penyempurnaan sistem berdasarkan masukan para kader. Melalui penerapan teknologi tersebut, layanan pemantauan balita di Posyandu Gemas diharapkan menjadi lebih cepat, tertib, akurat, dan mudah dikembangkan di posyandu lainnya.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian rencana tindak lanjut dan foto bersama antara tim Universitas Siliwangi, mahasiswa, Ketua Kader, serta para kader Posyandu Garuda Mas Sehat.












