HARIANJABAR.ID- Pemerintah Kota Bandung tengah mematangkan kajian mengenai rencana penambahan frekuensi mata pelajaran olahraga bagi siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama menjadi tiga kali dalam sepekan. Kebijakan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kebugaran fisik sekaligus menjaga stabilitas kesehatan mental siswa di lingkungan pendidikan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa proses kajian tersebut melibatkan koordinasi lintas instansi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Pendidikan Kota Bandung. Langkah ini diambil untuk memastikan efektivitas penambahan jam pelajaran bagi perkembangan siswa.
“Masih dalam tahap kajian antara Dinas Kesehatan, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Pendidikan untuk melihat kemungkinan pelajaran olahraga dibuat tiga kali dalam seminggu,” ujar Farhan, Senin (13/7/2026).
Penambahan durasi aktivitas fisik ini merujuk pada standar kebutuhan anak untuk bergerak aktif selama 30 hingga 60 menit setiap harinya. Farhan menyebutkan bahwa inisiatif tersebut juga mengadopsi prinsip kampanye FIFA Active yang mendorong siswa untuk konsisten melakukan kegiatan fisik demi kesehatan jangka panjang.
Manfaat Kesehatan Bagi Siswa
Farhan menambahkan bahwa hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan adanya kerentanan gangguan kesehatan mental, seperti stres dan depresi pada anak-anak. Selain itu, pola konsumsi makanan yang kurang sehat berisiko memicu ancaman diabetes di masa depan, sehingga aktivitas fisik dianggap sebagai solusi preventif yang paling efektif.
“Anak-anak perlu aktif berkegiatan secara fisik selama 60 menit setiap hari. Karena itu kami mulai mengadopsi konsep-konsep seperti itu,” kata Farhan, Senin (13/7/2026).
Pemerintah kota berharap melalui pembiasaan olahraga yang intensif sejak dini, siswa dapat memiliki gaya hidup lebih sehat. Farhan menegaskan pentingnya membangun kebiasaan tersebut secara konsisten pada jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama agar dampaknya dirasakan secara berkelanjutan.
“Maka dari itu, kebiasaan berolahraga harus dibangun sejak dini, mulai dari jenjang SD hingga SMP,” pungkas Farhan, Senin (13/7/2026).












