Beranda / Pendidikan / Universitas Siliwangi Terapkan Penerangan Tenaga Surya di Bank Sampah Ancol Ciamis

Universitas Siliwangi Terapkan Penerangan Tenaga Surya di Bank Sampah Ancol Ciamis

HARIANJABAR.ID  – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Siliwangi melaksanakan kegiatan bertajuk “Implementasi Penerangan Tenaga Surya untuk Mendukung Efisiensi Energi dan Kemandirian Listrik di Mitra Bank Sampah Ancol (BSA) Ciamis” pada Kamis (13/9/2026) lalu. Kegiatan berlangsung di Bank Sampah Ancol, Desa Sindangkasih, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.

Program tersebut dilaksanakan melalui skema Program Penerapan Iptek Berbasis Masyarakat (PPIBM) Tahun 2026. Tim pelaksana diketuai oleh Edvin Priatna dengan anggota Sinta Verawati Dewi, Prama Permana, Nadya Glaudira, dan Farradita Nugraha. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Teknik Elektro Universitas Siliwangi, yaitu Adam Kurniawan dan Sergian Firdaus.

Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan Bank Sampah Ancol terhadap sistem penerangan yang efisien, ramah lingkungan, dan mampu mendukung kegiatan operasional secara mandiri. Penerangan yang memadai diperlukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam kegiatan pengelolaan sampah, terutama ketika aktivitas berlangsung pada kondisi pencahayaan yang terbatas.

Solusi yang diterapkan berupa sistem penerangan berbasis tenaga surya yang terdiri atas panel surya, baterai penyimpan energi, solar charge controller, lampu LED, tiang dan dudukan panel, serta perangkat instalasi pendukung. Panel surya mengubah energi matahari menjadi energi listrik yang disimpan di dalam baterai, kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan penerangan di area operasional Bank Sampah Ancol.

Ketua tim pelaksana, Edvin Priatna, menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada pemasangan teknologi, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan dan kemampuan pengelola Bank Sampah Ancol.

“Penerapan teknologi tenaga surya diharapkan dapat menyediakan penerangan yang lebih efisien sekaligus meningkatkan pemahaman mitra mengenai pemanfaatan energi terbarukan. Mitra juga diberikan pendampingan agar mampu mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri,” jelasnya.

Pelaksanaan kegiatan mencakup survei kebutuhan energi, penentuan spesifikasi teknis, pemasangan perangkat, pengujian kinerja sistem, dan pendampingan kepada mitra. Tim juga memberikan edukasi mengenai prinsip kerja tenaga surya, tata cara penggunaan perangkat secara aman, pemeriksaan kondisi baterai, serta pemeliharaan komponen secara berkala.

Perwakilan Bank Sampah Ancol, Andri Yana Farid, menyambut baik penerapan teknologi tersebut. Sistem penerangan tenaga surya diharapkan dapat menambah sarana pendukung, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman bagi pengelola maupun masyarakat.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketujuh mengenai energi bersih dan terjangkau serta tujuan ke-13 mengenai penanganan perubahan iklim. Pemanfaatan energi matahari menjadi langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil sekaligus memperluas penggunaan teknologi ramah lingkungan di masyarakat.

Melalui program tersebut, Bank Sampah Ancol diharapkan dapat menjadi salah satu contoh penerapan energi terbarukan pada organisasi berbasis masyarakat. Teknologi yang telah diterapkan juga berpotensi dikembangkan untuk mendukung kebutuhan energi dalam kegiatan pengelolaan sampah dan pelayanan masyarakat pada masa mendatang.

Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Siliwangi selaku pemberi dana atas dukungan pendanaan terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pengelola Bank Sampah Ancol serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kelancaran program pengabdian kepada masyarakat tersebut.

Tag: