Beranda / Pendidikan / Aksi Nyata Kelompok KKN Universitas Majalengka Tingkatkan Kesadaran Pencegahan Stunting Warga Desa Sindangwangi

Aksi Nyata Kelompok KKN Universitas Majalengka Tingkatkan Kesadaran Pencegahan Stunting Warga Desa Sindangwangi

HARIANJABAR.ID – Stunting merupakan salah satu permasalahan yang berdampak serius bagi masa depan bangsa Pencegahan stunting sangat penting untuk terus dilakukan, salah satunya melalui peningkatan pemahaman dan kesadaran warga. Pencegahan Stunting menjadi tanggung jawab Bersama dalam mewujudkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, produktif dan memiliki daya saing

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Universitas Majalengka dalam meningkatkan kesadaran pencegahan stunting, khususnya bagi warga Desa Sindangwangi, kelompok KKN Desa Sindangwangi Universitas Majalengka yang diketuai oleh Tantowi dan Yogi, serta beranggotakan Rifatunnisa dan Nabhani sebagai Sekretaris, Ica dan Narida sebagai bendahara, Sinta, Imas, Dini, dan Fauzyiah sebagai Divisi Acara. Ervina, Ariel, Arimbi, dan Ade sebagai Divisi Publikasi & Dokumentasi. Aulia dan Syifa sebagai Divisi Humas. Serta Aqmal, Endang, Nindia, dan Khansaniah pada Divisi Logistik. Kelompok ini terjun langsung melalui Program GENTING (Gerakan Anti Stunting), sebagai salah satu program kerja dalam rangkaian pelaksanaan program KKN yang berlangsung sejak 13 Juli 2026 hingga 13 Agustus 2026.

Drs. H. Engkun Kurnadi, M.M selaku Dosen Pembimbing Lapangan. menyatakan ‟Program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui Gerakan Anti Stunting, khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini”. Hal senada disampaikan oleh Ketua Kelompok KKN, Tantowi ‟Tujuan program ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi serta pola hidup sehat sebagai upaya mencegah stunting pada anak”. Salah satu peserta KKN, yaitu Ervina menambahkan ‟Melalui program ini kami berharap masyarakat, khususnya para orang tua, semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi bagi tumbuh kembang anak sehingga dapat bersama-sama mewujudkan generasi yang sehat dan bebas stunting”.

Forum Rembug Stunting yang dihadiri oleh Jajaran Kecamatan Sindangwangi, Jajaran Pemerintah Desa Sindangwangi, elemen terkait, tokoh masyarakat, serta warga Desa Sindangwangi (Foto: Dokumentasi KKN Universitas Majalengka 2026)

Program ini dikemas dalam forum diskusi dan musyawarah yang bertajuk Rembug Stunting, melibatkan pemerintah desa, kader kesehatan, tenaga kesehatan, serta masyarakat untuk membahas permasalahan stunting di wilayah desa. Bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyebab dan pencegahan stunting, sekaligus mengidentifikasi kondisi serta kebutuhan anak dan keluarga yang berisiko stunting, sehingga diharapkan dapat terjalin kerja sama antara berbagai pihak dalam menentukan langkah dan upaya yang tepat untuk mencegah serta menurunkan angka stunting di desa.

Kegiatan ini dihadiri Camat Sindangwangi, Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kasi Kesra, Kader Pembangunan Manusia, Kepala UPTD Puskesmas, Bidan Desa, Petugas Gizi Puskesmas, Ketua BPD, Ketua PKK Desa, Ketua Posyandu, Kader Posyandu, Ketua LPM, Ketua RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pos KB, Mahasiswa KKN, Warga Sasaran Ibu hamil, ibu balita, serta perwakilan tokoh masyarakat dan ulama.

Kelompok KKN berperan mempersiapkan kegiatan, berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kader kesehatan, menyampaikan informasi mengenai pencegahan stunting, serta mendorong masyarakat untuk aktif berdiskusi dan berpartisipasi. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka. Kegiatan ini diisi oleh pemaparan materi mengenai stunting oleh pihak Puskesmas, serta diakhiri oleh sesi diskusi dan musyawarah sekaligus merumuskan langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa.

Pemerintah Desa Sindangwangi melalui Kepala Desa Dadan Armadani mengungkapkan, ‟Rembug Stunting adalah salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah desa, masyarakat dan dinas serta elemen terkait dalam upaya menurunkan angka stunting”. Lanjutnya, kehadiran mahasiswa KKN juga dinilai memberikan semangat dan kontribusi positif dalam mendukung program kesehatan di Desa Sindangwangi.

Antusiasme warga Desa Sindangwangi (Foto: Dokumentasi KKN Universitas Majalengka 2026)

Salah satu warga yang turut hadir menuturkan sangat mengapresiasi dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan sehingga masyarakat semakin peduli dan berperan aktif dalam mencegah stunting.

Penulis: Ervina Sapitri, NPM 2321101107, Fakultas Hukum, Universitas Majalengka

Dosen Pembimbing Lapangan: Drs. H. Engkun Kurnadi, M.M

Tag: