Beranda / Nasional / Transformasi Rumah Sakit Dorong Peningkatan Kualitas Layanan Pasien

Transformasi Rumah Sakit Dorong Peningkatan Kualitas Layanan Pasien

HARIANJABAR.ID – Indonesia sedang mengalami perombakan besar dalam sistem kesehatan, yang secara langsung berdampak pada operasional rumah sakit dan pengalaman pasien. Perubahan ini meliputi adopsi teknologi medis terbaru dan digitalisasi layanan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi.

Fokus pada pembaruan ini akan menjadi inti dari Seminar dan Workshop Perumahsakitan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Jawa Timur ke-20 yang bertepatan dengan Surabaya Hospital Expo. Acara ini rencananya akan berlangsung dari 19 hingga 21 Mei 2026 di Exhibition Hall Grand City Convex, Surabaya, Jawa Timur.

Ketua PERSI Wilayah Jawa Timur, dr. Bangun Trapsila Purwaka, Sp.OG., Subs.KFm., M.Kes, menjelaskan bahwa industri perumahsakitan tengah memasuki era baru. “Pemerintah sedang melakukan transformasi sistem kesehatan nasional, mulai dari pembaruan regulasi, penguatan sistem rujukan, perubahan standar pelayanan, hingga percepatan digitalisasi,” ujar dr. Bangun dalam keterangannya pada Jumat, 15 Mei 2026.

Beliau menambahkan bahwa perubahan ini menuntut rumah sakit untuk melakukan penyesuaian signifikan. “Perubahan tersebut tentu membawa konsekuensi bagi rumah sakit untuk melakukan penyesuaian dalam aspek tata kelola organisasi, sistem pelayanan, pengelolaan keuangan, maupun penguatan SDM,” jelasnya.

Adaptasi dan Pembaruan Menuju Keunggulan

Dengan mengusung tema “Transformasi Rumah Sakit: Mempertahankan Eksistensi di Tengah Era Regulasi Baru”, acara ini menekankan pentingnya rumah sakit tidak hanya beradaptasi, tetapi juga melakukan pembaruan komprehensif. Hal ini krusial untuk menjaga keberlangsungan dan daya saing di tengah lanskap layanan kesehatan yang terus berubah.

Transformasi yang dimaksud mencakup peningkatan mutu pelayanan bagi pasien, optimalisasi efisiensi operasional, serta pemanfaatan teknologi kesehatan mutakhir. “Dengan demikian rumah sakit diharapkan tetap mampu mempertahankan eksistensi sekaligus meningkatkan daya saing di tengah perubahan regulasi yang terus berkembang,” kata dr. Bangun.

Digitalisasi layanan kesehatan, termasuk penerapan Hospital Information System (HIS), integrasi rekam medis elektronik, dan penggunaan teknologi diagnostik modern seperti radiologi dan laboratorium, menjadi elemen kunci. “Penyelenggaraan Surabaya Hospital Expo tidak hanya sekadar pameran produk, tetapi juga menjadi sarana edukasi, kolaborasi, dan percepatan transformasi teknologi di rumah sakit,” ungkap dr. Bangun.

Pihaknya juga menggarisbawahi peran penting alat kesehatan dan teknologi medis dalam menentukan kualitas layanan. “Dukungan alat kesehatan dan teknologi medis saat ini menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas pelayanan rumah sakit,” tuturnya.

Lebih lanjut, regulasi kesehatan yang terus berkembang juga mendorong rumah sakit untuk mengadopsi alat kesehatan yang memenuhi standar keselamatan pasien dan efisiensi pelayanan.

Ilustrasi modern sebuah rumah sakit dengan teknologi medis canggih, menampilkan layar digital, robotik, dan staf medis yang berinteraksi dengan pasien secara efisien.

Tag: