HARIANJABAR.ID- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara resmi mengusulkan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi agar batas maksimum gaji orangtua bagi mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah segera direvisi. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk mencegah tingginya angka mahasiswa yang terpaksa putus kuliah akibat keterbatasan ekonomi.
Saat ini, regulasi yang berlaku menetapkan bahwa kriteria penerima KIP Kuliah harus memiliki pendapatan orangtua di bawah standar Upah Minimum Provinsi (UMP) domisili. Di Jawa Barat, misalnya, syarat gaji gabungan orangtua saat ini dipatok di bawah angka Rp2,3 juta.
Dedi Mulyadi memandang batasan tersebut sudah tidak relevan dengan kebutuhan hidup serta biaya pendidikan saat ini. Ia mendorong agar pemerintah melakukan penyesuaian yang lebih berpihak pada kesejahteraan keluarga mahasiswa.
“Saya usul agar nanti ketentuannya di bawah Rp10 juta boleh dapat KIP,” ujar Dedi Mulyadi saat memberikan kuliah umum di Universitas Padjadjaran, Senin (10/8/2026).
Pentingnya Perluasan Akses Pendidikan
Usulan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Stadion Jati Padjadjaran, Jatinangor. Dalam pertemuan itu, ia menyoroti keluhan mahasiswa mengenai tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang kerap memberatkan keluarga, termasuk golongan ekonomi menengah ke bawah.
Selain memberikan usulan kepada pemerintah pusat, Dedi Mulyadi turut memberikan dukungan langsung kepada sejumlah mahasiswa yang mengalami kendala biaya. Bantuan yang disalurkan mencakup biaya kos selama dua tahun, pembebasan biaya kuliah selama lima semester, hingga modal usaha sebesar Rp5 juta bagi mahasiswa yang ingin mandiri secara finansial.
Ia berpesan kepada para mahasiswa agar tidak menyerah meski menghadapi kesulitan finansial. Menurutnya, masa depan yang lebih baik harus dikejar melalui pendidikan, dan faktor biaya tidak boleh menjadi penghalang utama bagi anak bangsa untuk meraih gelar akademik.
“Jangan hanya mengejar gelar akademik namun perbanyak pengalaman selama menjadi mahasiswa. Jadikanlah kesulitan itu sahabat agar Anda menjadi orang yang mampu, tidak mengalami masalah ketika berhadapan dengan kesulitan,” pungkas Dedi Mulyadi di akhir acara.












