HARIANJABAR.ID – Sebanyak 17.689 pelanggan tercatat telah memesan tiket KA Pangrango relasi Bogor Paledang-Sukabumi untuk perjalanan selama masa libur panjang hingga data terbaru pada Jumat (15/5/2026) pukul 10.00 WIB. Peningkatan volume penumpang ini dipicu oleh keinginan masyarakat Jabodetabek untuk menghindari kepadatan lalu lintas di jalur darat menuju berbagai kawasan wisata.
Layanan KA Pangrango saat ini mengoperasikan rangkaian kereta kelas Eksekutif dan Ekonomi dengan tarif yang terjangkau, mulai dari Rp40.000. Dengan waktu tempuh rata-rata 1 jam 40 menit, kereta api ini menjadi solusi efisien dengan rute yang melewati beberapa stasiun penting seperti Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Cibadak, hingga Cisaat.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa moda transportasi ini kini berkembang menjadi penghubung vital bagi pergerakan masyarakat. “KA Pangrango memberikan pilihan perjalanan yang lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat. Saat volume kendaraan meningkat pada long weekend, kereta api menghadirkan kepastian waktu tempuh sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman,” kata Anne.
Konektivitas layanan juga didukung dengan adanya fasilitas skybridge yang menghubungkan Stasiun Bogor dengan Stasiun Bogor Paledang, memudahkan pengguna Commuter Line untuk transit. Selain itu, integrasi dengan Trans Pakuan dan JR Connexion semakin memperluas jangkauan akses bagi wisatawan yang ingin menuju destinasi populer seperti Lido, Situgunung, hingga kawasan heritage Batutulis.
Pertumbuhan Signifikan Penumpang di Stasiun Bogor Paledang
Berdasarkan data operasional, Stasiun Bogor Paledang mencatat lonjakan volume pelanggan hingga 500 persen pada Triwulan I 2026. Jumlah penumpang yang berangkat mencapai 127.510 orang, mengalami kenaikan sebesar 410 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang hanya tercatat sebanyak 24.979 pelanggan.
Tren positif tersebut juga diikuti oleh angka kedatangan penumpang di stasiun yang sama, yang menyentuh angka 130.515 orang. Jumlah ini mencerminkan pertumbuhan pesat sebesar 561 persen jika dibandingkan dengan realisasi pada Triwulan I 2025 yang berjumlah 19.729 penumpang.
Tingginya minat masyarakat ini dipandang sebagai bentuk meningkatnya kepercayaan publik terhadap moda transportasi berbasis rel yang lebih terukur. “KAI melihat pertumbuhan pelanggan di lintas Bogor–Sukabumi sebagai indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel. KA Pangrango terus kami jaga keandalannya agar dapat mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan kawasan secara berkelanjutan,” ujar Anne Purba menutup pernyataannya.












