HARIANJABAR.ID- Sekelompok mahasiswa Universitas Padjadjaran yang tergabung dalam Tim Riset Eksakta Program Kreativitas Mahasiswa berhasil memanfaatkan limbah sisik ikan nila sebagai bahan pembuatan anode baterai ion-natrium. Inovasi ini dikembangkan untuk mengurangi tumpukan limbah perikanan sekaligus menciptakan alternatif material penyimpan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.
Tim riset tersebut terdiri dari Achmad Syah Nizar El Java, Aorenza Delviana Putri, Kevin Fauzy Rizky, Dimas Ardianto Wiratama, dan Fitriani Nur Hidayat dengan bimbingan dosen Noto Susanto Gultom. Pemanfaatan sisik ikan dipilih karena kandungan kolagennya yang secara alami memiliki unsur nitrogen tinggi.
Dalam proses pengolahannya, tim melakukan sintesis melalui metode pirolisis dengan berbagai variasi suhu, yaitu 600 derajat Celsius, 700 derajat Celsius, dan 800 derajat Celsius. Langkah ini bertujuan untuk menemukan karakteristik elektrokimia yang paling optimal guna menghasilkan struktur karbon yang efisien bagi baterai.
Noto Susanto Gultom menjelaskan bahwa metode yang digunakan adalah in-situ self-doping nitrogen. “Melalui konsep in-situ self-doping nitrogen, proses pengayaan nitrogen pada material anode dapat bersumber langsung dari biomassa tanpa memerlukan bahan doping kimia dari luar,” ujarnya saat memberikan keterangan pada Rabu (16/9/2026).
Potensi Optimalisasi Struktur Karbon
Berdasarkan hasil pengujian teknis, sampel yang diolah pada suhu 800 derajat Celsius menunjukkan performa paling prospektif. Material ini mencatatkan nilai Initial Coulombic Efficiency tertinggi sebesar 69,2 persen, yang menandakan stabilitas penyimpanan energi yang lebih baik dibandingkan sampel dengan suhu lebih rendah.
Selain efisiensi, pengujian Electrochemical Impedance Spectroscopy membuktikan bahwa sampel tersebut memiliki hambatan perpindahan muatan terendah sebesar 384,4 Ohm. Saat ini, tim peneliti sedang berfokus pada penyelesaian karakterisasi kimia permukaan serta pengujian daya tahan material hingga 50 siklus pengisian untuk memastikan stabilitasnya dalam jangka panjang.











