HARIANJABAR.ID- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melaporkan peningkatan drastis minat riset di perguruan tinggi Indonesia yang mencapai dua kali lipat sepanjang tahun 2026. Lonjakan pengajuan proposal riset ini terungkap dalam pertemuan peneliti lintas negara yang berlangsung di Makassar pada Selasa, 21 Juli 2026.
Data menunjukkan bahwa jumlah proposal penelitian yang diajukan oleh akademisi di seluruh Indonesia melonjak tajam dari 60 ribu proposal pada tahun 2025 menjadi 120 ribu proposal pada tahun 2026. Pertumbuhan angka ini menandai gairah baru dalam ekosistem penelitian nasional yang semakin kompetitif.
Pertemuan antara peneliti Indonesia dan Australia di Makassar menjadi wadah resmi untuk memaparkan capaian tersebut kepada publik. Pihak kementerian menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk mendukung keberlanjutan proyek riset yang telah direncanakan oleh para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di tanah air.
Pemerintah menargetkan tren positif ini dapat terus dijaga guna mendukung pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang lebih aplikatif. Kenaikan minat riset ini diharapkan mampu berkontribusi langsung pada kemajuan sektor pendidikan tinggi di Indonesia ke arah yang lebih inovatif.
Peningkatan Minat Riset Nasional
Tingginya antusiasme para peneliti di perguruan tinggi dipandang sebagai indikator positif dalam upaya penguatan kapasitas sains nasional. Pihak kementerian optimistis bahwa peningkatan kuantitas proposal akan berbanding lurus dengan kualitas luaran penelitian yang dihasilkan oleh para dosen dan mahasiswa di masa depan.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek mengungkapkan bahwa data 120 ribu proposal riset pada tahun 2026 merupakan bukti nyata adanya kenaikan animo yang sangat signifikan di lingkungan akademik, Selasa (21/7).












