HARIANJABAR.ID – Batang kayu bekas dapat memperoleh nilai dan fungsi baru melalui Wadah Lestari, produk Eco-Cultural Wooden Dining Art yang menggabungkan fungsi, kreativitas, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Wadah Lestari merupakan produk tempat makan berbahan batang kayu bekas yang dibentuk menjadi tokoh dengan inspirasi budaya Jawa dan Bali. Fungsi utama produk ini adalah sebagai wadah atau tempat makan, sekaligus dapat digunakan sebagai hiasan dan elemen dekoratif yang menghadirkan keindahan alami kayu serta kekayaan budaya Nusantara.
Produk ini dikembangkan melalui inisiatif Dr. Listyo Yuwanto bersama I Putu Gagah Pamungkas dan Kenneth Amadeus Wijanarko sebagai bagian dari EcoFuture Disaster Network. Wadah Lestari berangkat dari gagasan bahwa material alami yang telah tidak digunakan masih memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi karya yang bermanfaat dan bernilai.
“Wadah Lestari tidak hanya mengubah kayu bekas menjadi produk fungsional, tetapi juga menghadirkan pesan tentang konservasi, kreativitas, dan hubungan manusia dengan alam. Kami ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat diwujudkan melalui karya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Dr. Listyo Yuwanto.
Saat ini Wadah Lestari dikembangkan dalam dua seri budaya, yaitu Wadah Lestari Jawi yang mengangkat karakter dan nilai budaya Jawa dengan tagline “Rasa Alam, Jiwa Jawi,” serta Wadah Lestari Bali yang menghadirkan inspirasi harmoni alam dan budaya Bali dengan tagline “Rasa Alam, Harmoni Bali.”
Salah satu keunikan Wadah Lestari Bali adalah perpaduan unsur budaya Bali dengan karakter yang terinspirasi dari salah satu tokoh kartun kesukaan anak-anak. Kombinasi tersebut menghadirkan desain yang lebih menarik, ekspresif, dan mudah dikenali oleh anak-anak, tanpa menghilangkan karakter alami kayu maupun nuansa budaya Bali yang menjadi identitas produk.
Melalui pendekatan tersebut, Wadah Lestari Bali tidak hanya menjadi tempat makan dan hiasan, tetapi juga dapat menjadi media kreatif untuk memperkenalkan nilai kepedulian terhadap lingkungan, pemanfaatan kembali material, serta apresiasi terhadap budaya lokal kepada anak-anak.
Melalui pemanfaatan kembali batang kayu bekas, Wadah Lestari mengusung prinsip ramah lingkungan, konservasi, dan keberlanjutan. Setiap karya mempertahankan karakter alami kayu sekaligus mengembangkannya menjadi produk yang memiliki fungsi praktis, nilai estetika, dan identitas budaya.
Ke depan, Wadah Lestari akan dikembangkan melalui berbagai seri budaya Nusantara lainnya.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat menghadirkan karakter, simbol, cerita, dan nilai kearifan lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan demikian, Wadah Lestari tidak hanya menjadi produk tempat makan berbahan kayu, tetapi juga dapat berkembang sebagai media kreatif untuk mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada anak-anak, keluarga, dan masyarakat.
Wadah Lestari diharapkan dapat menjadi inovasi produk kreatif yang mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih bijaksana, memperkenalkan budaya lokal, serta membangun kesadaran bahwa material yang telah digunakan masih dapat memperoleh nilai dan manfaat baru.