HARIANJABAR.ID- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 3 Cirebon resmi mengimplementasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tiga stasiun utama serta gedung dinas untuk mendukung target Net Zero Emission 2060. Langkah strategis ini dilakukan sebagai bentuk transisi energi berkelanjutan yang kini berhasil menekan konsumsi listrik operasional sebesar 7 hingga 9 persen.
Pemasangan panel surya tersebut dilakukan di Stasiun Cirebon, Stasiun Cirebonprujakan, dan Stasiun Brebes, serta bangunan dinas Griya Karya Cirebon. Sistem yang digunakan adalah teknologi on-grid, yang memungkinkan energi dari matahari terintegrasi langsung dengan jaringan listrik PLN tanpa mengganggu pasokan daya utama.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyatakan bahwa teknologi ini dipilih karena mampu menjaga keandalan listrik sekaligus mendukung operasional stasiun yang ramah lingkungan. Inovasi ini menyasar kebutuhan energi harian seperti sistem pencahayaan, perangkat informasi bagi penumpang, hingga pendingin udara di ruang tunggu.
Total kapasitas terpasang dari sistem PLTS di lokasi-lokasi tersebut mencapai 80 kWp. “Penggunaan solar panel di tiga stasiun ini merupakan bentuk nyata kontribusi KAI dalam menciptakan operasional yang lebih ramah lingkungan sekaligus efisien dari sisi penggunaan energi listrik,” ujar Muhibbuddin dalam siaran pers yang dirilis pada Senin, 27 Juli 2026.
Manfaat Efisiensi Energi Hijau
Selain memberikan dampak positif terhadap lingkungan melalui pengurangan emisi karbon, adopsi energi surya ini juga memberikan keuntungan dari sisi ekonomi. Penggunaan PLTS diperkirakan mampu menghasilkan listrik hingga 348.300 kWh setiap bulannya. KAI Daop 3 Cirebon memproyeksikan penghematan biaya operasional hingga ratusan juta rupiah per tahun berkat optimalisasi energi matahari tersebut.
Melalui inisiatif ini, perusahaan berharap dapat terus meningkatkan penggunaan energi hijau di seluruh wilayah operasionalnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang KAI untuk menciptakan sistem transportasi kereta api yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan bagi generasi mendatang.












