HARIANJABAR.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Indonesia. Seorang siswa sekolah dasar asal Bekasi, Satrio Bagus Ing Ngalogo, berhasil meraih medali emas sekaligus top score untuk kategori kelas 3 dalam ajang Kompetisi Matematika Nalaria Realtistik (KMNR) yang diselenggarakan secara unik dengan konsep “berbayar seikhlasnya”.
Kompetisi bergengsi tersebut berlangsung pada 26 April 2026 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, dan diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Ajang ini menjadi panggung prestasi yang mempertemukan para pejuang matematika terbaik dari seluruh penjuru negeri.
Perjalanan menuju kemenangan yang diraih Satrio tidaklah mudah dan ditempuh dalam semalam. Ia harus melewati serangkaian tahapan seleksi yang panjang dan menjaring ribuan peserta dari berbagai penjuru Indonesia. Segalanya bermula dari tahap Uji Soal MNR yang diikuti oleh sebanyak 210.458 murid.
Masuk ke babak penyisihan, persaingan semakin mengeras di antara 73.104 peserta yang berhasil lolos. Satrio mampu menunjukkan ketajaman berpikir dan ketelitiannya hingga berhasil melangkah ke babak semifinal yang diikuti oleh 27.672 murid terpilih. Berkat ketekunan dan kegigihannya, ia kembali berhasil menembus batas dan menjadi satu di antara 2.211 peserta terbaik yang berhak berlaga di babak final.
Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa, lomba ini diselenggarakan dengan sistem partisipasi berbayar seikhlasnya. Langkah ini diambil agar setiap anak berbakat dari berbagai latar belakang ekonomi memiliki kesempatan yang sama untuk bersinar dan mengembangkan potensi dirinya, tanpa terhalang biaya yang memberatkan. Hal ini membuktikan bahwa bakat dan semangat belajar yang tinggi adalah kunci utama untuk meraih puncak prestasi, terlepas dari latar belakang masing-masing.
Ajang yang diselenggarakan oleh KPM ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga wadah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap matematika serta membangun karakter pantang menyerah pada generasi muda. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah menjadikan kompetisi ini sebagai salah satu event akademik paling prestisius di tingkat nasional.
Keberhasilan Satrio menjadi bukti nyata bahwa bibit-bibit unggul bangsa terus tumbuh dan berkembang, bahkan sejak jenjang pendidikan dasar. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama dirinya dan keluarga, tetapi juga mengharumkan nama sekolah dan kota Bekasi di kancah nasional. Semoga keberhasilan ini menjadi penyemangat bagi Satrio untuk terus mengukir prestasi dan menginspirasi teman-teman sebayanya untuk mencintai ilmu pengetahuan, khususnya matematika.











