Beranda / Daerah / Pemerintah dan Star Energy Geothermal Restorasi 325 Hektare Hutan di Gunung Halimun Salak

Pemerintah dan Star Energy Geothermal Restorasi 325 Hektare Hutan di Gunung Halimun Salak

HARIANJABAR.ID- Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) di Jawa Barat akan merestorasi 325 hektare lahan hutan dengan target penanaman 120.000 bibit pohon sepanjang periode 2026 hingga 2027. Program pemulihan ekosistem yang melibatkan masyarakat lokal ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas habitat satwa serta mengembalikan fungsi hutan di kawasan tersebut.

Pelaksanaan restorasi dibagi menjadi dua fase utama, yakni 225 hektare pada tahun 2026 dan 100 hektare pada tahun 2027. Proses teknis di lapangan, mulai dari pembibitan, penanaman, hingga tahap pemeliharaan, akan dikerjakan bersama dengan tiga Kelompok Tani Hutan (KTH) setempat.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Didid Sulastiyo, memastikan bahwa proyek ini akan berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keberlangsungan ekosistem kawasan taman nasional.

“Kami mendukung rencana pemulihan ekosistem 325 hektare di TNGHS sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem kawasan,” ungkap Didid dalam keterangan resminya pada Selasa (3/11/2026).

Selain itu, pengawasan ketat akan terus dilakukan agar hasil pemulihan ini dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan oleh alam dan masyarakat.

Pemulihan Habitat Satwa Liar

Inisiatif restorasi ini juga berkaitan erat dengan upaya perlindungan macan tutul jawa (Panthera pardus melas) yang habitatnya tersebar di bentang alam Halimun-Salak. Berdasarkan data dari survei yang dikoordinasikan oleh Yayasan SINTAS Indonesia, tercatat terdapat 51 individu macan tutul jawa di kawasan tersebut, termasuk tiga anakan yang membutuhkan dukungan habitat yang baik.

Pihak Star Energy Geothermal (SEG) yang bertindak sebagai pelaksana menyatakan bahwa restorasi ini merupakan langkah tambahan dari program Green Corridor Initiative (GCI) yang sebelumnya telah berjalan. Perusahaan menekankan bahwa keberhasilan restorasi tidak sekadar diukur dari volume pohon yang ditanam, tetapi dari keberhasilan mengembalikan fungsi hutan dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar yang terlibat dalam proses ini.

Tag: