Beranda / Pendidikan / Dosen UNJ Dampingi UMKM Raih Sertifikasi Halal dan Tingkatkan Daya Saing Produk

Dosen UNJ Dampingi UMKM Raih Sertifikasi Halal dan Tingkatkan Daya Saing Produk

HARIANJABAR.ID –  Komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Mengusung tema “Hilirisasi Produk Kuliner Lokal Ciamis ‘Colok Gembrung’ Melalui Sertifikasi Halal dan Sustainability Packaging”, kegiatan berlangsung pada 31 Juli–1 Agustus 2026 di Dusun Pasir Datar, Desa Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Kemitraan Pemda dan Instansi Pendidikan (PKM-KPIP) yang terlaksana melalui kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Biologi UNJ, Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, dan Pelaksana Program Keluarga Harapan (PPKH) Kabupaten Ciamis. Sinergi tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Fokus kegiatan adalah mendampingi para pelaku UMKM produsen kuliner khas Ciamis, Colok Gembrung, agar mampu meningkatkan daya saing usahanya melalui kepemilikan sertifikasi halal serta penerapan kemasan berkelanjutan (sustainability packaging).

Selama ini, sebagian besar pelaku usaha telah memproduksi Colok Gembrung secara turun-temurun, namun belum memiliki legalitas halal yang menjadi salah satu persyaratan penting dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Ketua tim pengabdian, Fitria Pusparini, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa sertifikasi halal tidak lagi dipandang hanya sebagai pemenuhan regulasi, tetapi juga sebagai strategi peningkatan kualitas produk dan nilai tambah UMKM.

“Sertifikasi halal merupakan investasi jangka panjang bagi pelaku UMKM. Melalui legalitas halal, produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk memasuki pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk yang dihasilkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Harian JabarID, Senin (3/8/2026).

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh pelatihan mengenai kebijakan sertifikasi halal, persyaratan Sistem Jaminan Produk Halal, prosedur pengajuan sertifikasi melalui mekanisme self declare, hingga praktik langsung penyusunan dokumen yang dibutuhkan. Tim pengabdian juga memberikan pendampingan intensif kepada setiap pelaku UMKM agar dapat mempersiapkan seluruh persyaratan administrasi secara mandiri.

Tidak hanya berfokus pada aspek legalitas, kegiatan ini juga memberikan pelatihan mengenai desain sustainability packaging, yaitu konsep pengemasan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mempertimbangkan aspek ramah lingkungan, keamanan pangan, serta mampu meningkatkan nilai jual produk. Peserta diajak memahami pentingnya kemasan sebagai identitas produk sekaligus media pemasaran yang efektif.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong transformasi produk tradisional menjadi produk yang lebih kompetitif tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi ciri khas kuliner Ciamis.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian kegiatan. Para pelaku UMKM aktif berdiskusi mengenai proses sertifikasi halal, peluang pemasaran produk, hingga strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan. Pendampingan secara langsung juga memberikan keyakinan bagi peserta bahwa proses pengurusan sertifikat halal dapat dilakukan secara lebih mudah apabila memahami prosedur yang benar.

Melalui program ini, tim pengabdian berharap Colok Gembrung tidak hanya dikenal sebagai kuliner tradisional khas Ciamis, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk unggulan daerah yang memiliki legalitas, kualitas, dan daya saing tinggi di pasar nasional.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi Universitas Negeri Jakarta dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Ke depan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut sehingga semakin banyak produk unggulan daerah yang mampu naik kelas melalui inovasi, legalitas, dan penguatan keberlanjutan usaha.

Tag: