Beranda / Daerah / Pemprov Jawa Barat Perkuat Mitigasi Kebakaran Hutan Selama Musim Kemarau

Pemprov Jawa Barat Perkuat Mitigasi Kebakaran Hutan Selama Musim Kemarau

HARIANJABAR.ID- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kehutanan memperketat upaya mitigasi guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama masa musim kemarau. Langkah preventif ini dilakukan melalui kombinasi edukasi masyarakat, penguatan koordinasi antarinstansi, serta peningkatan kesiapsiagaan personel di seluruh wilayah Jawa Barat.

Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, menjelaskan bahwa menjaga kelestarian hutan seluas 800 ribu hektare di Jawa Barat menjadi prioritas utama instansinya. Upaya ini mencakup perlindungan kawasan hutan dari berbagai gangguan, terutama risiko bencana kebakaran yang meningkat signifikan selama puncak musim kemarau.

Salah satu fokus utama mitigasi adalah mengubah kebiasaan masyarakat yang sering menggunakan api untuk membakar sampah atau sisa pertanian di area sekitar hutan. Masyarakat diimbau untuk mengelola limbah organik dengan cara yang lebih aman guna meminimalisir potensi penyebaran api ke kawasan vegetasi.

Selain pendekatan edukatif, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mengoptimalkan teknologi untuk memantau titik api secara real-time. Koordinasi lintas sektor yang melibatkan Kementerian Kehutanan, kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga di wilayah penyangga hutan terus diperkuat untuk memastikan respon cepat jika ditemukan ancaman kebakaran.

Langkah antisipasi ancaman kebakaran

Dodit menuturkan bahwa kondisi tutupan hutan saat ini terus dipelihara agar mencapai target ideal. “Di Jabar ini hutan sekitar 800 ribu hektare. Luasnya hampir kira-kira 50 kalinya luas Kota Bandung. Upaya penanaman dan pemeliharaan terus berjalan agar kecukupan tutupan hutan sesuai amanat 30 persen bisa terpenuhi,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Pihaknya mencatat bahwa tren kejadian karhutla saat ini cenderung menurun dibandingkan periode sebelumnya. Kendati demikian, masyarakat diminta untuk tetap waspada mengingat prakiraan cuaca menunjukkan musim kemarau akan berlangsung hingga Agustus 2026. Peran aktif media dan berbagai pemangku kepentingan sangat diharapkan untuk terus menyosialisasikan pentingnya menjaga hutan dari risiko kebakaran.

Tag: