HARIANJABAR.ID- Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini memulai tahap konstruksi proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya sebagai upaya penyediaan transportasi massal yang menghubungkan lima wilayah di Cekungan Bandung. Proyek ini diproyeksikan untuk mengintegrasikan mobilitas warga di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.
Sistem transportasi ini akan didukung oleh 579 unit bus yang beroperasi di 780 titik perhentian. Selain itu, terdapat 27 rute pengumpan atau feeder yang dirancang untuk menjangkau kawasan permukiman menuju koridor utama.
Pihak pengembang saat ini tengah fokus pada penyelesaian beberapa fasilitas penunjang, termasuk pembangunan Depo Leuwipanjang dan halte di berbagai lokasi strategis. Seluruh pengerjaan dilakukan secara bertahap untuk memastikan operasional transportasi publik berjalan efisien di masa depan.
Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Pembangunan Sistem Angkutan Umum Massal Bandung, Bagus Gesit Sugesti, menegaskan bahwa seluruh infrastruktur harus mengacu pada rute yang sudah ditetapkan. “Dengan adanya kesepakatan tersebut, pembangunan seluruh infrastruktur BRT, seperti jalur, halte, dan fasilitas pendukung lainnya, mengacu pada rute yang telah disepakati bersama,” ujar Bagus pada 20 Juli 2026.
Daftar 18 Rute Resmi BRT
Terdapat 18 rute BRT Bandung Raya yang telah resmi ditetapkan untuk melayani masyarakat, yaitu:
- BRT 01: Cibiru – Kalapa
- BRT 02: Lembang – Kalapa
- BRT 03: Leuwipanjang – Dipatiukur – Dago
- BRT 04: Elang – Riau
- BRT 05: Ciroyom – Antapani – Pajajaran
- BRT 06: Cibaduyut – Leuwipanjang – Dago
- BRT 07: Padalarang – Alun-alun Bandung
- BRT 08: Cimahi – Cicaheum
- BRT 09: Ledeng – Antapani
- BRT 10: Cicaheum – Kalapa via Binong
- BRT 11: Tegalluar – St. Hall
- BRT 12: Soreang – Terminal Tegallega
- BRT 13: Jatinangor – Cibeureum
- BRT 14: Majalaya – Baleendah – Leuwipanjang
- BRT 15: Banjaran – Baleendah – BEC
- BRT 16: Sarijadi – Antapani
- BRT 17: Cicaheum – Sarijadi
- BRT 18: Jatinangor – Dipatiukur via Tol
Lebih lanjut, Bagus menjelaskan bahwa pengerjaan jalur khusus atau dedicated lane sepanjang 21,7 km akan segera memasuki tahap krusial. Proses pengaspalan atau overlay dijadwalkan mulai berlangsung pada minggu kedua September, diikuti dengan pembangunan jalur khusus bus pada Oktober 2026.











