HARIANJABAR.ID – Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa individu yang rutin melakukan aktivitas fisik di pagi hari memiliki risiko lebih rendah terkena hipertensi, diabetes tipe 2, dan obesitas. Penelitian yang melibatkan hampir 15.000 responden ini menunjukkan bahwa waktu pelaksanaan olahraga memegang peranan krusial dalam menentukan kualitas kesehatan jantung seseorang.
Data penelitian mencatat bahwa kelompok yang aktif di pagi hari memiliki peluang 35 persen lebih kecil untuk mengalami obesitas dibandingkan mereka yang berolahraga pada siang hari. Selain itu, risiko penyakit arteri koroner ditemukan 31 persen lebih rendah, sementara potensi terkena diabetes tipe 2 berkurang hingga 30 persen pada kelompok tersebut.
Manfaat kesehatan ini juga terlihat pada profil lemak darah dan tekanan darah. Dibandingkan dengan olahraga siang, aktivitas fisik di pagi hari mampu menekan risiko kolesterol tinggi sebesar 21 persen dan menurunkan peluang terkena tekanan darah tinggi hingga 18 persen. Menariknya, mereka yang berolahraga spesifik antara pukul 07.00 hingga 08.00 tercatat memiliki peluang terendah dalam mengalami gangguan arteri koroner.
“Studi ini menunjukkan bahwa waktu berolahraga mungkin penting, bukan hanya seberapa banyak Anda berolahraga,” ujar Prashant Rao MBBS, seorang ahli kardiologi olahraga dan ilmuwan di Beth Israel Deaconess Medical Center serta Harvard Medical School.
Kaitan Hormon Kortisol dengan Efektivitas Olahraga
Para ahli menilai bahwa hasil ini berkaitan erat dengan ritme sirkadian atau jam biologis alami manusia. Menurut Aubrey Grant, MD, ahli kardiologi olahraga di MedStar Health, hormon kortisol mencapai level tertinggi pada pagi hari sehingga tubuh lebih siap untuk melakukan aktivitas fisik dan meningkatkan efisiensi metabolisme.
Selain faktor fisiologis, aspek psikologis dan gaya hidup turut berperan. Alex Rothstein, EdD, asisten profesor ilmu olahraga di New York Institute of Technology, berpendapat bahwa orang yang memulai hari dengan olahraga cenderung memiliki konsistensi yang lebih baik karena minimnya gangguan atau alasan untuk membatalkan jadwal latihan.
Meskipun pengaturan waktu menjadi cara yang murah dan mudah untuk memaksimalkan manfaat bagi tubuh, konsistensi tetap menjadi kunci utama. Prashant Rao menekankan bahwa hal yang paling mendasar adalah tetap menjalankan aktivitas fisik secara rutin dan berkelanjutan, terlepas dari jam berapa olahraga tersebut dilakukan.












