HARIANJABAR.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM secara resmi melarang aktivitas penyapu koin di Jembatan Sewo, Kabupaten Indramayu, selama masa arus mudik Lebaran 2026. Sebagai solusi atas pelarangan tersebut, pemerintah memberikan uang kompensasi sebesar Rp400 ribu kepada setiap warga yang biasa beroperasi di jalur tersebut.
Langkah tegas ini diambil karena kegiatan menyapu koin dinilai sangat membahayakan keselamatan para pelakunya maupun pengguna jalan yang melintas di jalur Pantura. Sebanyak 457 orang penyapu koin telah terdata untuk menerima bantuan tunai tersebut dengan syarat tidak melakukan aktivitas di jalan selama 15 hari ke depan.
Dalam kunjungannya langsung ke lokasi, KDM meminta masyarakat untuk memprioritaskan keselamatan diri dan keluarga di rumah. Ia juga memberikan perhatian khusus pada keterlibatan anak-anak dalam kegiatan tersebut yang dianggap memiliki risiko kecelakaan sangat tinggi di tengah padatnya arus kendaraan mudik.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan perangkat desa setempat, termasuk pengurus RT dan RW, untuk memastikan penyaluran dana kompensasi berjalan tepat sasaran. Warga diminta untuk tetap berada di rumah dan tidak kembali ke area jembatan hingga masa arus mudik selesai.
Upaya Menjaga Keselamatan di Jalur Pantura
KDM menegaskan bahwa bantuan uang tunai tersebut diberikan untuk membantu pemenuhan kebutuhan warga menjelang hari raya tanpa harus mempertaruhkan nyawa di jalan raya. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan sekaligus memperlancar arus lalu lintas di perbatasan Subang dan Indramayu.
Saat memberikan arahan langsung di lapangan kepada para penyapu koin, Dedi Mulyadi mengimbau mereka untuk segera pulang ke rumah masing-masing. Ia menjamin bahwa kebutuhan mereka akan diperhatikan melalui koordinasi dengan aparat desa setempat.
“Mau Lebaran, jangan lagi cari koin di jalan. Ini berbahaya. Sekarang pulang ke rumah masing-masing,” ujar Dedi saat berdialog dengan warga di sekitar Jembatan Sewo.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa proses pemberian bantuan dilakukan dengan cepat agar manfaatnya langsung terasa. “Nanti saya urus dengan kepala desa. Sore ini saya kasih paket uang untuk Lebaran. Selama 15 hari tidak boleh lagi mencari koin di jalan,” tegasnya.











