HARIANJABAR.ID – Pemerintah Kabupaten Bandung merencanakan pengadaan tiga unit ekskavator baru melalui usulan perubahan anggaran untuk mempercepat pengerukan sedimentasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Langkah strategis ini diambil guna menekan risiko banjir yang kerap melanda kawasan Bandung Selatan melalui kolaborasi intensif bersama Satuan Tugas (Satgas) Citarum.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menjelaskan bahwa penambahan alat berat ini sangat krusial karena cakupan wilayah penanganan sungai di Kabupaten Bandung sangat luas. Tercatat ada 23 kecamatan yang bersinggungan langsung dengan aliran Sungai Citarum sehingga membutuhkan pemeliharaan yang lebih maksimal dan berkelanjutan.
“Kami berencana membeli tiga ekskavator yang akan diusulkan dalam perubahan anggaran. Nantinya alat tersebut bisa digunakan bersama oleh Satgas Sungai Citarum untuk membantu penyelesaian persoalan di setiap sektor,” katanya pada Rabu, 10 Juni 2026.
Urgensi pengadaan ini didasari oleh data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung yang mencatat lebih dari 34.497 jiwa terdampak banjir akibat luapan Citarum pada Desember 2025. Pengerukan sedimentasi secara rutin dianggap sebagai solusi efektif untuk mengembalikan kapasitas tampung air sungai tersebut.
Normalisasi Sungai dan Pemeliharaan Rutin
Selain pengadaan alat oleh pemerintah daerah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum juga tengah fokus mempercepat program normalisasi. Target utama pelaksanaan pengerukan, terutama di kawasan muara sungai, diharapkan dapat rampung sepenuhnya pada akhir Juni 2026.
“Setelah pengerukan dan normalisasi selesai dilakukan, pemerintah juga harus mempersiapkan alat untuk pemeliharaan berkelanjutan. Dengan demikian kondisi sungai dapat tetap terjaga dan potensi banjir bisa terus diminimalkan,” ungkap Dadang .
Dadang menambahkan bahwa penanganan banjir memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, BBWS Citarum, Satgas, serta unsur pentaheliks. Sinergi ini bertujuan agar langkah-langkah penanggulangan bencana di sepanjang DAS Citarum dapat berjalan terarah dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.












