HARIANJABAR.ID- Desa Wisata Tajur Halang yang berlokasi di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, kini menawarkan pengalaman agrowisata berbasis edukasi pertanian dan rekreasi alam bagi keluarga yang berkunjung ke wilayah tersebut. Destinasi ini menghadirkan beragam aktivitas menarik mulai dari kegiatan petik buah dan sayuran organik hingga pengenalan budidaya sapi perah yang bisa dinikmati oleh wisatawan sepanjang pekan.
Berbagai fasilitas edukasi tersedia di kawasan ini agar pengunjung dapat mempelajari sistem budidaya tanaman langsung dari pengelolanya. Selain fokus pada sektor perkebunan, pengelola juga menyediakan akses untuk kegiatan alam terbuka lainnya guna melengkapi pengalaman berwisata bagi para pelancong yang datang bersama keluarga.
Pihak pengelola memastikan bahwa seluruh hasil perkebunan di kawasan wisata tersebut dikelola secara organik tanpa keterlibatan bahan kimia sintetis. Wisatawan pun diberikan kebebasan untuk memanen sendiri hasil kebun dengan pendampingan, untuk kemudian ditimbang sebagai syarat membawa pulang hasil panen tersebut.
Terkait ketersediaan komoditas di kebun, perwakilan Desa Wisata Tajur Halang, Abib, mengungkapkan bahwa jenis tanaman yang bisa dipanen menyesuaikan dengan siklus musim yang berlaku saat ini. “Kalau misalkan ada yang mau petik sayur atau petik buah itu kan ada musimnya, kebetulan untuk yang sekarang kita ready-nya petik sayur,” ujar Abib pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Akses dan Panduan Kunjungan
Selain fokus pada aktivitas pertanian, kawasan Desa Wisata Tajur Halang juga menyediakan fasilitas penunjang bagi pengunjung yang menyukai petualangan alam seperti trekking dan wisata air terjun. Destinasi ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 40 hingga 45 menit menggunakan kendaraan roda empat dari arah Tol Bogor.
Berikut adalah beberapa panduan bagi pengunjung yang ingin berlibur ke lokasi ini:
- Jam operasional dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB, dengan kemungkinan perpanjangan waktu operasional hingga pukul 17.00 WIB tergantung kondisi cuaca.
- Pengunjung diimbau untuk selalu mematuhi aturan pengelola, termasuk larangan memetik tanaman tanpa izin.
- Bagi orang tua yang membawa anak, disarankan mengenakan pakaian tertutup seperti lengan panjang dan celana panjang, serta membawa losion antinyamuk untuk kenyamanan selama berada di area kebun.
“Kalau misalkan kamu petik sendiri boleh atau dipetikkan boleh, nanti pulangnya dikasih keranjang dan hasil petikan panenannya kemudian ditimbang,” tambah Abib menjelaskan prosedur pemanenan pada Jumat, 30 Oktober 2026.













