HARIANJABAR.ID- Pemerintah Kota Bandung kini mulai mengintensifkan program sosialisasi serta skrining HIV/AIDS berbasis kewilayahan untuk memetakan angka penyebaran virus tersebut secara lebih akurat. Langkah strategis ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai lembaga kesehatan guna meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus deteksi dini di lapangan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, pada Senin (12/10/2026) menekankan bahwa selama ini data mengenai sebaran HIV/AIDS di wilayahnya masih sulit diukur secara presisi. Oleh karena itu, keterlibatan aktif aparatur kewilayahan seperti camat dan lurah menjadi kunci dalam memastikan program ini berjalan efektif hingga ke lapisan warga paling bawah.
Pemerintah kota berupaya menciptakan lingkungan yang inklusif dengan menekan stigma dan diskriminasi bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Upaya ini dibarengi dengan edukasi mengenai perilaku berisiko, seperti penggunaan jarum suntik secara bergantian serta hubungan seksual yang tidak aman, guna memutus rantai penularan di masyarakat.
Selain perilaku berisiko, pihak pemerintah juga menyoroti pentingnya pencegahan penularan dari ibu hamil kepada bayi, yang sebenarnya dapat dicegah secara medis melalui penanganan yang tepat. Sosialisasi pun terus digencarkan agar masyarakat bersedia melakukan pemeriksaan secara sukarela tanpa paksaan.
Optimalisasi Pendanaan dan Pendataan
Farhan menjelaskan bahwa metode skrining akan menggunakan sistem sampling di setiap wilayah untuk mengestimasikan jumlah kasus secara matematis. Data hasil perhitungan ini diharapkan menjadi dasar kebijakan penanganan yang lebih tepat sasaran di masa depan.
Terkait keterbatasan anggaran daerah, Pemkot Bandung kini berupaya mencari alternatif pendanaan melalui kolaborasi dengan pihak filantropi maupun lembaga internasional. “Pengurangan donasi oleh sejumlah lembaga internasional menjadi tantangan tersendiri, karena itu diperlukan alternatif sumber pendanaan serta kolaborasi berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan program penanggulangan HIV/AIDS di Kota Bandung,” ujar Farhan.










