HARIANJABAR.ID – Volume kendaraan yang memasuki wilayah Kota Bandung mengalami lonjakan signifikan mencapai 87.918 unit pada momen libur panjang Kenaikan Isa Al-Masih yang terpantau sejak Jumat, 15 Mei 2026. Satlantas Polrestabes Bandung melaporkan bahwa arus masuk kendaraan melalui jalur arteri dan pintu tol jauh lebih tinggi dibandingkan arus keluar kota yang hanya tercatat sebanyak 60.992 unit.
Peningkatan aktivitas masyarakat di jalan raya selama akhir pekan panjang ini menjadi perhatian utama aparat kepolisian setempat untuk mencegah kemacetan total. Guna menjaga kelancaran lalu lintas di berbagai wilayah, sebanyak 240 personel kepolisian telah disiagakan di berbagai titik strategis yang dianggap rawan mengalami kepadatan.
Kasatlantas Polrestabes Bandung, AKBP Hudi Arif, menyatakan bahwa pengerahan ratusan personel tersebut bertujuan untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di pusat-pusat kegiatan warga. Fokus utama pengamanan terletak pada akses keluar-masuk pintu tol serta kawasan yang menjadi magnet wisatawan selama masa liburan.
“Kami siagakan 240 personel untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, terutama di titik-titik yang memang menjadi pusat aktivitas masyarakat saat long weekend,” ujar Hudi pada Jumat malam, 15 Mei 2026.
Pemetaan Titik Kepadatan dan Jalur Wisata di Kota Bandung
Pihak kepolisian memprediksi bahwa hambatan lalu lintas paling rawan terjadi di beberapa pintu keluar tol utama, seperti Gerbang Tol (GT) Pasteur, Buah Batu, Mohamad Toha, hingga kawasan Summarecon. Selain akses tol, pengawasan ketat juga dilakukan di area sekitar pusat perbelanjaan besar dan jalur-jalur yang mengarah ke destinasi wisata favorit.
“Titik-titik kepadatan arus lalu lintas yang ada di Kota Bandung ini, yang kita perlu antisipasi di gerbang tol keluar atau masuk ke Kota Bandung seperti di GT Pasteur, Buahbatu, Moh Toha, dan Summarecon,” kata AKBP Hudi Arif menambahkan penjelasannya mengenai fokus pengamanan petugas.
Berdasarkan data statistik lalu lintas secara rinci, jalur Cibeureum tercatat sebagai titik masuk tersibuk dengan jumlah kendaraan mencapai 14.817 unit. Lokasi lain seperti Cibiru, Buah Batu, dan Kopo juga menunjukkan tren serupa dengan dominasi volume kendaraan yang datang menuju pusat kota Bandung dibandingkan yang meninggalkan kota.
Di sisi lain, pengamanan ekstra tetap dilakukan di Simpang Ledeng dan kawasan Dago yang menjadi akses utama menuju objek wisata di wilayah utara. “Untuk titik-titik lain, seperti pusat perbelanjaan, seperti mal-mal besar dan juga jalur-jalur yang menuju ke tempat wisata, seperti simpang lampu merah di Ledeng dan juga daerah Dago,” ucapnya.
Meskipun mayoritas jalur menunjukkan kenaikan arus masuk, area Pasteur justru mencatat fenomena berbeda dengan volume kendaraan keluar yang lebih tinggi, yakni 5.116 unit berbanding 3.811 unit kendaraan masuk. Satlantas Polrestabes Bandung memprediksi lonjakan arus ini masih akan bertahan hingga akhir pekan, sehingga masyarakat diimbau untuk selalu waspada serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.












