HARIANJABAR.ID- Jurusan Teater Fakultas Seni Pertunjukan ISBI Bandung menyelenggarakan perhelatan seni bertajuk Reenchantment of Interculturalizing Theatre Traditions di Gedung Kesenian Sunan Ambu pada 15 hingga 17 September 2026. Acara tersebut menghadirkan kolaborasi pertunjukan, seminar, dan pengamatan sebagai upaya memperkuat ekosistem seni teater lintas budaya di Indonesia.
Ketua Jurusan Teater ISBI Bandung, Yani Maemunah, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah pertemuan antarperguruan tinggi seni dan berbagai komunitas budaya di tanah air. Pertemuan ini bertujuan untuk saling bertukar gagasan, praktik artistik, hingga hasil penelitian terkait pengembangan seni pertunjukan berbasis kearifan lokal.
Kegiatan ini diharapkan mampu membangun jejaring kerja sama yang produktif antara akademisi, seniman, mahasiswa, dan masyarakat luas. Selain itu, momentum tersebut diproyeksikan sebagai langkah strategis dalam meneguhkan identitas teater Indonesia di tengah perkembangan zaman yang dinamis.
Yani mengungkapkan bahwa kolaborasi ini mengedepankan semangat berbagi pengalaman untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal agar tetap relevan dalam industri seni modern, Selasa 15 September 2026.
Rangkaian Kegiatan dan Kolaborasi Seni
Perhelatan ini melibatkan sejumlah pakar dan praktisi teater dari berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Bandung, Makassar, Padang, hingga Banten. Para pembicara yang hadir di antaranya Prof. Dr. Dra. Yudiaryani, MA, serta perwakilan akademisi dari berbagai institut seni di Indonesia.
Beberapa karya yang ditampilkan dalam panggung pertunjukan meliputi:
- Desertasi Hutan: Bab Deporestasi Dewi Sri dari ISI Yogyakarta
- Pabrik Begal oleh Laskar Panggung Bandung
- Puti Bungsu Lirik dari ISI Padang Panjang
- Teater Film dari ISBI Sulawesi Selatan
- Oemoen dengan Sepoetjoek Soeratnja oleh Wayang Nganjor Indonesia
Rangkaian seminar telah dimulai sejak 15 September 2026 pukul 09.00 WIB, sementara seluruh pertunjukan teater dijadwalkan berlangsung setiap malam pada pukul 19.30 WIB.











