Beranda / Daerah / KPID Jabar Galakkan Siaran Ramah Anak Atasi Kecanduan Gawai Gen Z

KPID Jabar Galakkan Siaran Ramah Anak Atasi Kecanduan Gawai Gen Z

HARIANJABAR.ID- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat kini tengah mengintensifkan upaya perlindungan bagi generasi muda melalui program siaran ramah anak dan edukasi penyiaran. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tingginya angka ketergantungan generasi Z terhadap perangkat digital yang mencapai 99,5 persen di wilayah Jawa Barat.

Kegiatan sosialisasi yang bertajuk Ngawangkong Atikan Penyiaran tersebut diselenggarakan di SMAN 1 Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, pada Selasa (4/8). Fokus utama dari inisiatif ini adalah memberikan pemahaman mendalam kepada pelajar mengenai dampak negatif konten digital sekaligus membentengi mereka dari paparan informasi yang tidak sesuai usia.

Wakil Ketua KPID Jawa Barat, Almadina Rakhmaniar, mengungkapkan bahwa berdasarkan riset yang dilakukan pada tahun 2025, ketergantungan Gen Z terhadap gawai sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan. Fenomena ini tidak hanya memengaruhi aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya, tetapi juga berdampak signifikan pada kesehatan psikologis.

Pihaknya menekankan bahwa saat ini fokus utama KPID adalah menanggulangi isu-isu psikologis yang timbul akibat paparan media berbasis internet. Hal tersebut disampaikan oleh Almadina dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (6/8).

Dampak Psikologis Penggunaan Gawai

Hasil penelitian yang melibatkan enam klaster wilayah di Jawa Barat tersebut mengungkap sejumlah data mengenai kondisi mental Gen Z saat ini, yaitu:

  • Sebanyak 38,10 persen responden mengalami nomophobia atau kecemasan berlebih saat jauh dari ponsel.
  • Sebanyak 68,39 persen responden dilaporkan mengalami gangguan fokus.
  • Sebanyak 52,41 persen responden menghadapi tantangan stres mental.
  • Sebanyak 50,08 persen responden melakukan perbandingan sosial yang tidak sehat.

Selain masalah mental, riset tersebut mencatat lebih dari 70 persen Gen Z di Jawa Barat memiliki kecenderungan melakukan phubbing. Fenomena ini menyebabkan para remaja sering kali mengabaikan interaksi sosial di dunia nyata demi fokus pada konten di layar gawai.

Almadina menambahkan bahwa paparan konten digital yang tidak terkontrol terbukti memicu stres dan menurunkan kepercayaan diri remaja. Konten tersebut bahkan dikhawatirkan dapat mengubah perilaku menjadi lebih manipulatif di masa depan.

Tag: