HARIANJABAR.ID- Sebanyak 120 karyawan lama Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo dipastikan akan tetap dilibatkan dalam operasional di bawah pengelolaan manajemen baru. Keputusan ini diambil untuk menjamin keberlangsungan perawatan terhadap 600 satwa yang ada di lokasi tersebut, Kamis (6/8/2026).
Kepastian tersebut disampaikan setelah melalui masa transisi selama satu tahun pasca penutupan operasional Bandung Zoo oleh Pemerintah Kota Bandung. Selama periode penutupan, para pekerja tetap menjalankan tugas rutin demi menjaga kesehatan dan kesejahteraan satwa meski tempat tersebut tidak menerima pengunjung.
Koordinator Karyawan Tim Transisi Bandung Zoo, Rahman Suryaman, mengonfirmasi kabar tersebut setelah menerima informasi dari Pemerintah Kota Bandung. Ia menyatakan bahwa seluruh staf lama akan tetap bekerja untuk memastikan kebutuhan harian satwa terpenuhi dengan baik.
“Mendapat info dari Pak Wali Kota, kami seluruh karyawan yang kurang lebih 120 karyawan ini masih tetap dipekerjakan untuk tetap merawat Bandung Zoo,” ujar Rahman pada Kamis 6 Agustus 2026.
Komitmen perawatan satwa terjaga
Rahman menekankan bahwa operasional kebun binatang tidak dapat dihentikan sepenuhnya meskipun statusnya sedang ditutup bagi umum. Aktivitas pemberian makan dan perawatan medis tetap berjalan setiap hari tanpa henti untuk menjaga kondisi fisik serta mental seluruh satwa yang ada di dalam kebun binatang tersebut.
Saat ini, Faunaland Indonesia telah resmi ditunjuk sebagai pengelola baru melalui proses seleksi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung bersama Kementerian Kehutanan. Sebelumnya, pendanaan operasional selama masa transisi disokong secara bertahap oleh pemerintah daerah, kementerian terkait, hingga pengelola baru.
Diharapkan proses transisi ini berjalan lancar sehingga Bandung Zoo dapat kembali dibuka sebagai lembaga konservasi, edukasi, dan rekreasi bagi masyarakat. Harapan serupa juga datang dari warga setempat yang menantikan kembali dibukanya fasilitas rekreasi kebanggaan Kota Bandung tersebut.












