HARIANJABAR.ID – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi Bandung mencatat lonjakan jumlah pelanggan pada layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang sebanyak 10.448 orang sepanjang periode 11 hingga 17 Juni 2026. Angka tersebut mencakup 10.426 pelanggan di layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan serta 22 orang yang menggunakan layanan Kereta Petani-Pedagang.
Pencapaian ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat akan moda transportasi dengan kapasitas tempat duduk yang memadai dan tarif yang terjangkau. Layanan ini terbukti efektif dalam mendukung mobilitas harian masyarakat, terutama di tengah tingginya permintaan perjalanan pada periode puncak maupun hari kerja biasa.
Kinerja KA Cikuray sendiri menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sejak mulai beroperasi pada tahun 2022. Tercatat jumlah penumpang meningkat dari 293.265 pada tahun 2022 menjadi 615.723 pelanggan pada tahun 2025, sementara hingga Mei 2026, akumulasi jumlah penumpang telah mencapai 266.993 orang.
Dalam satu rangkaian KA Cikuray, formasi yang digunakan terdiri atas enam gerbong Kereta Ekonomi Kerakyatan dan satu gerbong khusus Petani-Pedagang. Inovasi pengaturan kursi yang dilakukan oleh Balai Yasa Manggarai ini mampu menyediakan 93 tempat duduk di setiap kereta, sehingga total kapasitas dalam satu rangkaian mencapai 558 kursi.
Respon Positif Masyarakat
Terkait keberhasilan tersebut, Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, memberikan penjelasannya. “Angka ini menunjukkan masyarakat merespons positif Kereta Ekonomi Kerakyatan sejak awal diperkenalkan, di mana polanya memperlihatkan bahwa layanan dengan kapasitas tempat duduk lebih besar dan tarif terjangkau dibutuhkan pelanggan pada masa puncak perjalanan maupun lintas harian produktif,” ujar Anne Purba, Kamis 18 Juni 2026.
Layanan ini melayani berbagai lintas strategis yang menghubungkan sentra ekonomi, mulai dari sektor pertanian di Garut, pusat perdagangan di Bandung Raya, kawasan industri Purwakarta, Karawang, dan Cikarang, hingga akses menuju Jakarta. Selain KA Cikuray, layanan serupa juga tersedia pada KA Tambahan relasi Lempuyangan menuju Pasar Senen yang mengakomodasi mobilitas pelaku usaha, pelajar, serta pekerja di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.












