Beranda / Nasional / Pemerintah Segera Gelar Uji Jalan Kendaraan Menggunakan Bahan Bakar Bioetanol E20

Pemerintah Segera Gelar Uji Jalan Kendaraan Menggunakan Bahan Bakar Bioetanol E20

HARIANJABAR.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah mengagendakan pelaksanaan uji jalan atau road test terhadap penggunaan bahan bakar bensin dengan campuran 20% bioetanol atau E20. Langkah strategis ini dilakukan sebagai persiapan teknis sebelum pemerintah resmi menerapkan kebijakan mandatori bioetanol 20% secara nasional pada tahun 2028 mendatang.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan mesin serta infrastruktur industri otomotif dalam mendukung transisi bahan bakar nabati tersebut.

Pemerintah menargetkan pengujian dapat segera dilaksanakan untuk memvalidasi performa kendaraan saat menggunakan campuran etanol tersebut. “Nah saya lagi minta asosiasi untuk ayo kita sama-sama uji langsung road test E20. Nah itu saya minta tim Gaikindo tuh. Kamu janji ya ayo kita secepatnya E20 uji road test-nya,” ujar Eniya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (17/6/2026).

Selain fokus pada E20, pemerintah saat ini juga sedang memprioritaskan implementasi mandatori bioetanol 5% atau E5 yang ditargetkan dapat segera berjalan sebelum Desember 2026. Hal ini dilakukan sebagai tahapan awal sebelum nantinya ditingkatkan menjadi campuran 10% (E10) pada awal tahun 2027.

Persiapan Teknis Mandatori Bioetanol

Proses implementasi mandatori E5 saat ini tinggal menunggu penerbitan Keputusan Menteri (Kepmen) terkait alokasi volume bensin nabati. Pemerintah pun telah merampungkan regulasi pendukung, seperti pembebasan cukai melalui Peraturan Menteri Keuangan dan penyederhanaan izin usaha pencampuran bahan bakar.

Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) sedang menyiapkan kesiapan infrastruktur distribusi, termasuk proses pembersihan reaktor. Sementara itu, Lemigas terus melakukan pengujian teknis terhadap pencampuran etanol dengan berbagai angka oktan bensin untuk menentukan spesifikasi yang paling optimal bagi konsumen.

Eniya optimistis bahwa teknologi mesin kendaraan modern saat ini sebenarnya sudah mampu beradaptasi dengan campuran etanol hingga 30%. Namun, pemerintah tetap mengedepankan pendekatan berbasis data melalui uji jalan terukur guna memastikan efisiensi energi yang maksimal bagi masyarakat. “Saya yakin produk-produk mobil yang sekarang itu bisa sampai 30%. Itu di jurnal ada. Tapi saya yakin 30% itu gak masalah, cuma tahun berapa yang bisa E10, tahun berapa yang bisa E20, tahun berapa yang bisa sampai E30. Nah itu saya minta kemarin asosiasi untuk ayo kita segera road test,” tegas Eniya, Rabu (17/6/2026).

Tag: