HARIANJABAR.ID – Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (MM FEB UNAIR) melalui wadah kolaboratif WANI BAKOELAN UNAIR menyelenggarakan kegiatan sosial bertajuk “Smash for Humanity” pada Minggu (14/5/2026) di Marina Padel, Jl. Sidosermo, Surabaya.
Mengusung semangat “Play with Purpose, Smash for Humanity”, kegiatan ini memadukan aksi kemanusiaan dengan turnamen padel dan bazar UMKM lokal yang manfaatnya diarahkan langsung untuk mendukung Komunitas Mata Hati (KMH) Surabaya, komunitas yang memberdayakan penyandang disabilitas netra.
Smash for Humanity merupakan turunan dari project Creating Shared Value (CSV) yang digagas oleh WANI BAKOELAN UNAIR, akronim dari “Wujud Aktivasi Niaga Bangun Kolaborasi Ekonomi Lokal Anak Negeri”. Inisiatif ini lahir dari keyakinan bahwa olahraga bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan medium yang ampuh untuk membangun kepedulian sosial, solidaritas, dan kolaborasi lintas komunitas.
“Padel ini olahraga yang punya filosofi baik dalam menjalani kehidupan. Kecekatan menghadapi sesuatu, keaktifan menjemput bola dan kebersamaan dalam tim,” kata Prof. Dr. Gancar Candra Premananto, S.E., M.Si., CMA., CDM, pengampu kelas saat membuka kegiatan ini.
“Smash for Humanity di mana mahasiswa MM FEB Unair yang merangkul Komunitas Mata Hati jadi contoh yang baik bahwa having fun juga tidak lupa berbagi dalam kondisi apa pun dan dimanapun, sekaligus meningkatkan kepekaan sosial,” tambahnya dalam keterangan tertulis kepada HarianJabar.ID, Senin (15/6/2026)
Komunitas Mata Hati (KMH) Surabaya adalah organisasi sosial kawan-kawan tunanetra yang berdiri sejak 2006 yang memiliki spirit pemberdayaan lewat produksi Kopicek – kopi espresso yang diracik oleh barista tunanetra dan layanan TEPI – terapi pijat oleh terapis tunanetra yang turut dibawa dalam kegiatan kolaboratif ini.
“Bagi KMH, event ini juga merupakan wahana sosialisasi keberadaan disabilitas kepada masyarakat umum,” ujar Dian Ika Riani, co-founder dari Komunitas Mata Hati. Di sela-sela turnamen, Prof. Gancar hingga beberapa peserta ikut tampil bermusik bersama KMH. Di sisi lain, area bazar UMKM dan local brand tersedia sepanjang acara untuk mendorong aktivitas ekonomi kreatif secara langsung.
Danny Heru, Ketua KMH menyampaikan pula harapan mereka agar agenda semacam ini bisa diadopsi juga oleh banyak pihak agar pemahaman tentang disabilitas menjadi bagian dari keberagaman umat manusia ini bisa terus digaungkan dan tersebar luas.
“Dengan demikian ekosistem inklusivitas dapat segera terwujud, teman-teman disabilitas pun dapat berdaya sesuai dengan kompetensi masing-masing. Mereka pun jadi mampu hidup mandiri, khususnya secara finansial,” imbuh alumni Program Magister Kebijakan Publik Universitas Airlangga, Tunanetra pertama penerima beasiswa program Magister AUN-Disability and public Policy (AUN-DPPnet) ini.
Melalui dukungan dana, peningkatan eksposur produk yang dihasilkan oleh KMH, dan terbukanya peluang kolaborasi bisnis baru antara komunitas tunanetra dan UMKM lokal, kemandirian ekonomi yang ingin dicapai sejalan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth. Tercatat tidak kurang dari enam puluh gelas kopi terjual saat acara berlangsung dan empat puluh delapan botol kopi buatan KMH dibagikan pada sejumlah peserta dan tamu undangan.
Tak hanya itu, Alief Abdullah, Ketua Pelaksana “Smash for Humanity” ini juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan kontribusi konkret terhadap pencapaian SDG 10: Reduced Inequalities (Berkurangnya Kesenjangan) dan SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui interaksi langsung antara 56 peserta turnamen, 38 mahasiswa, 5 pelaku usaha, dan 15 anggota KMH.
“Ini terlihat lewat sinergi antara komunitas olahraga, mahasiswa, pelaku usaha, media, dan komunitas sosial sehingga tercipta ruang kolaboratif yang tidak hanya menghadirkan hiburan dan kompetisi tapi juga membawa nilai kemanusiaan,” kata Alief.
Kampanye digital melalui media sosial turut dijalankan paralel untuk memperluas awareness publik terhadap isu inklusivitas dan pentingnya dukungan terhadap penyandang disabilitas. Ada harapan terselip di setiap ayunan raket peserta, alunan musik, seduhan kopi, dan pijatan anggota KMH yaitu agar semangat kemanusiaan Smash for Humanity ini tak hanya berhenti sampai di sini, tapi terus berlanjut hingga inklusivitas ini bukan lagi wacana belaka melainkan menjadi keseharian kita.
Padel Tournament: Play with Purpose, Smash for Humanity, hasil kerja sama antara Program Magister Manajemen FEB Universitas Airlangga dan Komunitas Mata Hati ini didukung oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Benteng Api Technic Tbk, Excellent Trans, Surya Buana Group, Waron Hospital, dan Warung Wong Lue.












