Beranda / Daerah / Ribuan Hektar Lahan Pertanian di Tasikmalaya Berisiko Mengalami Gagal Panen

Ribuan Hektar Lahan Pertanian di Tasikmalaya Berisiko Mengalami Gagal Panen

HARIANJABAR.ID- Sebanyak 2.172 hektar lahan pertanian yang tersebar di 26 kecamatan wilayah Kabupaten Tasikmalaya kini terancam gagal panen akibat dampak kekeringan ekstrem. Bencana kekeringan ini memaksa para petani harus berjuang ekstra karena sebagian besar area persawahan tidak lagi mendapatkan pasokan air yang memadai untuk proses penanaman.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, mengungkapkan bahwa ancaman tersebut kini melanda wilayah dengan tingkat kerusakan bervariasi mulai dari kategori ringan hingga sedang. Beberapa titik lokasi yang memiliki luasan terdampak paling signifikan di antaranya adalah Kecamatan Cikalong seluas 655 hektar, Manonjaya 232 hektar, serta Jamanis sebesar 225 hektar.

Selain wilayah tersebut, dampak kekeringan juga dirasakan di Kecamatan Cipatujah dengan luasan 200 hektar, Salawu 45 hektar, dan Sukaraja 19 hektar. Pihak BPBD mencatat bahwa kondisi ini bukan hanya menghambat proses penanaman padi, tetapi juga membuat beberapa lahan sama sekali tidak dapat diolah.

“Dari 4.948 hektar lahan, dan 2.172 hektar diantaranya terdampak, baik kategori ringan dan sedang,” ujar Roni AKS saat memberikan keterangan resmi pada Kamis, 30 Juli 2026.

Langkah Mitigasi Krisis Air

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah mengambil tindakan preventif dengan mengoptimalkan sarana irigasi. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, telah menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk segera mengaktifkan pompa air di titik-titik krusial yang mengalami kekeringan.

Pemanfaatan pompa air ini tidak hanya difokuskan untuk mengairi lahan pertanian agar terhindar dari gagal panen, tetapi juga difungsikan untuk membantu pemenuhan kebutuhan sanitasi dasar warga setempat. Selain itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk mendistribusikan pasokan air bersih secara berkala bagi masyarakat yang terdampak krisis air.

“Pompa-pompa air diaktifkan, termasuk jika ada warga yang membutuhkan air bersih, akan kita distribusikan air bersih,” ungkap Asep Sopari Al Ayubi pada Kamis, 30 Juli 2026.

Tag: