Beranda / Pendidikan / Kelompok 6 Nusantara Squad Gelar Kegiatan PKM Bertema Wawasan Nusantara di SMKN 1 Depok

Kelompok 6 Nusantara Squad Gelar Kegiatan PKM Bertema Wawasan Nusantara di SMKN 1 Depok

HARIANJABAR.ID – Kelompok 6 yang menjadi bagian dari tim Nusantara Squad dengan penuh kebanggaan mengonfirmasi pelaksanaan kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) untuk mata kuliah pendidikan kewarganegaraan dengan mengusung tema “Wawasan Nusantara.” Kegiatan ini dilaksanakan di SMKN 1 Depok, Jawa Barat, sebagai contoh nyata dari kegiatan ini, mahasiswa meningkatkan rasa cinta tanah air serta persatuan nasional di generasi muda.

Di tengah maraknya globalisasi, pentingnya nilai-nilai Wawasan Nusantara sebagai sudut pandang bangsa Indonesia terhadap dirinya dan sekitarnya menjadi sangat penting untuk diajarkan sejak usia dini. Nusantara squad, suatu kelompok yang peduli akan masa depan negara,mengembangkan serangkaian aktivitas yang interaktif dan mendidik untuk mengenalkan, memperkuat, serta merayakan semangat persatuan Indonesia kepada siswa-siswi SMKN 1 Depok.

Program PKM ini disusun dengan tiga misi utama yang saling berkaitan, membawa pesan bahwa persatuan bangsa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tugas kita sebagai warga negara, termasuk anak muda. Kegiatan dilaksanakan dengan metode pembelajaran interaktif melalui tiga misi yang menarik dan edukatif sehingga peserta dapat belajar sambil bermain.

Kegiatan dimulai dengan membagi peserta ke dalam lima kelompok yang masing-masing mewakili pulau-pulau besar di Indonesia, yakni Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Setiap kelompok terdiri dari 7 hingga 10 orang yang bekerja sama untuk menyelesaikan berbagai tugas yang telah disiapkan oleh panitia. Pembagian kelompok ini bertujuan bukan hanya untuk menciptakan kebersamaan dalam tim, tetapi juga sebagai gambaran dari keberagaman yang menyatu dalam semangat bangsa Indonesia.

Dalam Misi 1, peserta mengikuti permainan berupa tebak budaya Nusantara dengan menggunakan sistem petunjuk melalui gerakan. Setiap kelompok diberi kartu tantangan yang berisi 3 clue budaya Indonesia, misalnya dari objek makanan khas, tarian daerah, atau adat istiadat budaya.

Perwakilan dari kelompok memberikan petunjuk satu per satu melalui gerakan, sementara kelompok lain berusaha menebak jawaban yang dimaksud dari gerakan tersebut. Melalui kegiatan ini, peserta dapat memahami kekayaan budaya Indonesia sekaligus meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi, bekerja sama, serta berpikir cepat.

Kegiatan dilanjutkan dengan Misi 2: Benar atau Salah (Serempak). Dalam misi ini, seluruh anggota kelompok diberikan pertanyaan mengenai pemahaman tentang wawasan kebangsaan, budaya lokal, keragaman suku, bahasa daerah, serta nilai-nilai persatuan. Setiap kelompok diberi kesempatan singkat untuk berdiskusi sebelum secara bersamaan memutuskan jawaban “Benar” atau “Salah”. Format permainan yang dinamis ini mendorong peserta untuk terlibat aktif dalam diskusi, mengasah pengetahuan mereka, serta meningkatkan kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Acara berlangsung puncaknya pada Misi 3 yang berjudul “Persatuan Indonesia”, di mana setiap kelompok menerima puzzle tentang wawasan Nusantara secara acak. Setelah berhasil mengatur puzzle, peserta diminta untuk mengembangkan cerita dan memperankan karakter sesuai dengan tema yang diberikan, seperti budaya setempat, perbedaan logat, perbedaan pakaian adat, hingga semangat kerja sama gotong royong. Melalui simulasi tersebut, peserta diajak memahami bahwa keragaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia bukanlah halangan, melainkan kekayaan yang perlu dijaga dan dirawat bersama-sama.

Selama pelaksanaan kegiatan tersebut, para peserta menunjukkan semangat dan ketertarikan yang sangat tinggi. Setiap kelompok berusaha bekerja sama, berdiskusi, serta saling mendukung untuk mengatasi setiap tantangan yang muncul. Suasana persaingan yang sehat beriringan dengan semangat kerja sama menghasilkan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan.

Melalui kegiatan “Misi Nusantara: Agen Persatuan”, diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pemahaman tentang keberagaman budaya di Indonesia, tetapi juga semakin menyadari pentingnya toleransi, kerja sama, serta persatuan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan ini merupakan salah satu langkah edukatif yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada anak muda agar mereka dapat menjadi penggerak persatuan yang menjaga kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah keberagaman yang ada dalam masyarakat.

Tag: