Beranda / Bisnis / Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Terbesar di Karawang Mulai Beroperasi Juli 2026

Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Terbesar di Karawang Mulai Beroperasi Juli 2026

HARIANJABAR.ID –  Pabrik baterai listrik Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang dijadwalkan memulai operasi komersial pada Juli 2026 mendatang. Fasilitas hasil kolaborasi Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL) ini telah mencapai tahap persiapan hingga 90 persen.

Presiden Direktur IBC, Aditya Farhan Arif, mengungkapkan bahwa pabrik ini dirancang untuk memiliki kapasitas produksi hingga 6,9 gigawatt hour (GWh) setiap tahunnya. Rencananya, peresmian operasional perdana fasilitas strategis tersebut akan dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Produksi pabrik di Karawang ini akan mencakup dua varian utama baterai listrik, yakni Nickel Manganese Cobalt (NMC) dan Lithium Iron Phosphate (LFP). Komposisi produksinya akan didominasi oleh jenis LFP sebesar 80 persen, sementara sisanya sebanyak 20 persen diperuntukkan bagi jenis NMC.

“Bulan Juli ini COD. Kemungkinan akhir bulan,” ujar Aditya dalam acara bincang MIND ID Club di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa mayoritas produksi difokuskan pada LFP karena fleksibilitas penggunaannya yang luas, mulai dari kendaraan listrik hingga sistem penyimpanan energi atau Battery Storage System (BESS).

Target Pasar Ekspor dan Pengembangan SDM

Pemanfaatan baterai jenis LFP nantinya akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) domestik serta mendukung infrastruktur data center dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Selain pasar lokal, IBC juga membidik pasar internasional dengan rencana mengekspor baterai NMC ke pabrikan otomotif di Jerman dan baterai LFP untuk kebutuhan penyimpanan energi di Jepang.

Untuk mendukung ambisi global dalam industri ini, IBC tengah fokus memperkuat kualitas sumber daya manusia dengan mengirimkan sebanyak 600 tenaga kerja ke China guna mendalami penguasaan teknologi baterai. “Kita ingin mencetak engineer yang fokus pada pengembangan baterai. Selain itu kami juga bekerja sama dengan kampus-kampus di sini,” pungkas Aditya.

Sumber : CNBC Indonesia

Tag: