HARIANJABAR.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keputusannya untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM bersubsidi dalam pertemuan di Jakarta pada Selasa, 19 Mei 2026. Langkah strategis ini diambil pemerintah guna menjaga ketahanan nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang tengah terjadi saat ini.
Keputusan tersebut didasari oleh pertimbangan matang mengenai dampak luas yang mungkin terjadi jika harga energi dinaikkan. Menkeu menilai bahwa kondisi dunia yang sedang memanas memberikan tekanan tersendiri bagi perekonomian dalam negeri, sehingga diperlukan kebijakan yang sangat hati-hati.
Pemerintah menyadari bahwa sektor energi merupakan komponen vital yang berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat. Oleh karena itu, menjaga harga tetap stabil menjadi prioritas utama untuk mencegah terjadinya gejolak di berbagai sektor kehidupan masyarakat luas.
Selain fokus pada harga, Kemenkeu juga terus memantau fluktuasi pasar global untuk memastikan postur fiskal tetap sehat. Koordinasi antarlembaga pun terus diperkuat agar kebijakan ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Upaya Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional
Purbaya menyampaikan secara lugas bahwa perubahan harga pada sektor ini berkaitan erat dengan keamanan nasional secara menyeluruh. Ia memperingatkan bahwa langkah yang kurang tepat dalam menyesuaikan harga BBM dapat memicu ketidakpastian yang lebih besar di masa mendatang.
Menurutnya, menaikkan harga BBM subsidi di saat kondisi seperti sekarang berpotensi merusak stabilitas sosial hingga politik. “Menaikkan harga BBM subsidi di saat kondisi seperti sekarang berpotensi merusak stabilitas sosial hingga politik, yang berujung pada rusaknya stabilitas ekonomi nasional,” ujar Purbaya.
Melalui pernyataan tersebut, pemerintah berkomitmen untuk terus memprioritaskan keamanan ekonomi domestik di atas segalanya. Fokus utama saat ini adalah memastikan roda ekonomi tetap berputar tanpa memberikan beban tambahan yang berat bagi masyarakat di tengah situasi global yang dinamis.
Sumber : Antara












