Beranda / Travel / Museum KAA Bandung Terbuka Bagi Penyandang Disabilitas dan Lansia

Museum KAA Bandung Terbuka Bagi Penyandang Disabilitas dan Lansia

HARIANJABAR.ID –  Sekitar 130 peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas, lansia, dan relawan mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika Bandung melalui program #Tour4DILANS pada Senin 18 Mei 2026. Kunjungan ini merupakan langkah nyata dalam mendorong terciptanya ruang publik dan pusat edukasi yang ramah bagi seluruh kalangan masyarakat tanpa terkecuali.

Peserta tidak hanya berkeliling melihat koleksi museum, tetapi juga didampingi oleh komunitas dan pendamping profesional untuk memastikan pengalaman wisata berjalan optimal. Fokus utama dari kegiatan ini adalah membuka keterbatasan akses yang selama ini sering dirasakan oleh kelompok rentan dalam menikmati situs budaya dan sejarah secara langsung.

Museum KAA dipilih sebagai lokasi kunjungan karena memiliki nilai historis yang mendalam bagi bangsa-bangsa di kawasan Asia dan Afrika. Setelah lebih dari tujuh dekade peringatan konferensi bersejarah tersebut, semangat solidaritas kini diwujudkan kembali dalam bentuk pembukaan akses yang lebih inklusif bagi warga DILANS.

Melalui inisiatif ini, ruang publik diharapkan tidak lagi bersifat eksklusif melainkan dapat dirangkul oleh semua lapisan masyarakat secara bermartabat. Kesetaraan akses terhadap informasi sejarah menjadi landasan utama bagi penyelenggaraan agenda kunjungan ke museum yang berlokasi di jantung Kota Bandung tersebut.

Wujudkan Ekosistem Wisata Inklusif di Kota Bandung

Presiden DILANS Indonesia, Farhan Helmy, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengelola serta staf Museum KAA atas dukungan fasilitas selama kunjungan berlangsung. Ia menekankan bahwa aksesibilitas dalam setiap aspek fasilitas umum adalah kunci utama bagi pemenuhan hak seluruh warga negara dalam menyerap pengetahuan.

“Ini bukan hanya tentang mengunjungi museum, tetapi memastikan bahwa sejarah, pengetahuan, dan ruang publik dapat diakses dan dirasakan oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas dan lansia,” ungkap Farhan Helmy dalam keterangannya.

Pihak DILANS Indonesia terus berupaya mendorong terciptanya ekosistem wisata yang lebih inklusif di wilayah Kota Bandung. Hal ini sejalan dengan makna Museum Konferensi Asia Afrika yang sarat akan nilai perjuangan intelektual strategis bangsa dalam menghadapi tantangan zaman sejak masa penjajahan.

Tag: