Beranda / Sains & Tekno / Dr. Listyo Yuwanto Ciptakan Prototipe PsyCosmetic Berbasis Face Identity Transformation System

Dr. Listyo Yuwanto Ciptakan Prototipe PsyCosmetic Berbasis Face Identity Transformation System

HARIANJABAR.ID –  Berdasarkan riset panjang yang dimulai tahun 2008, Dr. Listyo Yuwanto berhasil menciptakan inovasi prototipe aplikasi PsyCosmetic. Sebuah sistem analisis yang menggunakan pendekatan Face Identity Transformation System (FITS) untuk memahami fungsi psikologis penggunaan make up dalam konteks sosial.

Sistem FITS menjadi inti dari PsyCosmetic dengan mengintegrasikan lima dimensi analisis utama Facial Identity Recognition (FIR), Feature Transformation Intensity (FTI), Persona Shift Effect (PSE), Psychological Function Orientation (PFO) dan Natural Face Persistence (NFP).

Kelima dimensi ini digunakan untuk mengklasifikasikan fungsi psikologis make up ke dalam tiga kategori utama Seduction, Camouflage, dan Seduction–Camouflage. Fungsi seduction make up digunakan untuk meningkatkan daya tarik sosial dan estetika diri. Camouflage make up digunakan untuk menyembunyikan aspek diri atau membentuk identitas baru. Seduction–Camouflage make up digunakan untuk tampil lebih menarik (seduction), namun pada saat yang sama juga mengubah atau menyembunyikan sebagian identitas wajah (camouflage).

Dalam penggunaannya, pengguna memasukkan dua foto wajah, yaitu tanpa makeup dan dengan makeup. Sistem kemudian menganalisis transformasi wajah berbasis FITS dan menghasilkan tipologi fungsi psikologis make up beserta laporan analisisnya, meliputi perubahan identitas wajah, intensitas transformasi fitur, kecenderungan seduction atau camouflage, serta konsistensi karakter wajah asli.

Menurut Dr. Listyo Yuwanto, PsyCosmetic dirancang untuk memberikan pemahaman ilmiah tentang fungsi psikologis make up, membantu studi persepsi identitas dalam interaksi sosial, menyediakan alat analisis berbasis data untuk riset psikologi sosial dan estetika, dan mengembangkan pendekatan baru dalam psikologi visual dan identitas diri sosial dalam satu sistem terpadu.

“Berbeda dari sistem face recognition konvensional yang berfokus pada identifikasi biometrik, PsyCosmetic menambahkan dimensi psikologis yang menilai perubahan identitas visual, intensitas transformasi fitur wajah, perubahan persona sosial, serta persistensi karakter wajah asli,” ungkap Dr Listyo dalam keterangan tertulis kepada HarianJabar.ID, Minggu (17/5/2026).

Pendekatan ini memungkinkan analisis yang tidak hanya mengenali wajah, tetapi juga memahami makna psikologis di balik perubahan visual tersebut. Sekaligus menjadi inovasi instrumen identifikasi fungsi psikologis make up yang selama ini terpaku menggunakan self report berupa angket/skala.

Prototipe PsyCosmetic ini dirancang untuk mendukung berbagai bidang, termasuk industri kecantikan dan kosmetik. Dengan hadirnya PsyCosmetic berbasis Face Identity Transformation System (FITS), Listyo Yuwanto memperkenalkan pendekatan baru yang menggabungkan psikologi, teknologi, dan estetika dalam satu kerangka analisis terpadu.

Tag: