HARIANJABAR.ID – Kawasan Sawah Lembur Pakuan yang berlokasi di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, kini bertransformasi menjadi destinasi wisata alam unggulan yang memadukan keasrian lingkungan dengan ketahanan pangan. Objek wisata ini menjadi daya tarik bagi masyarakat dari berbagai daerah yang ingin menikmati udara segar serta pemandangan sawah yang indah saat akhir pekan tiba.
Keindahan area persawahan di Lembur Pakuan dipandang sebagai sesuatu yang istimewa karena menyatukan fungsi ekologis dengan estetika alam di tengah maraknya urbanisasi. Suasana di lokasi ini terlihat paling memukau saat musim hujan tepatnya setelah hujan reda, terutama ketika tanaman padi masih kecil dan menghijau hingga menjelang masa panen tiba.
Para pengunjung yang datang ke lokasi ini tidak hanya sekadar berwisata, tetapi juga memanfaatkan area untuk berolahraga seperti berjalan santai di sepanjang jalan beraspal yang bersih. Lingkungan yang tertata tanpa adanya pedagang di area jalan tersebut memungkinkan wisatawan menikmati suasana pemandangan dan udara persawahan secara utuh tanpa gangguan.
Pembangunan kawasan Sawah Lembur Pakuan merupakan hasil inisiasi dan gagasan dari Dedi Mulyadi yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Sosok yang akrab disapa KDM tersebut dikenal sebagai figur yang selalu menekankan pentingnya menjaga alam demi keberlangsungan kehidupan manusia di masa depan.
Integrasi Ekologi dan Wisata di Sawah Lembur Pakuan
Keberadaan destinasi ini menjadi gambaran nyata mengenai integrasi antara fungsi estetika alam, pelestarian lingkungan, serta ketahanan pangan masyarakat. Di tengah terdesaknya lahan pertanian akibat ekspansi industri dan pemukiman, Sawah Lembur Pakuan muncul sebagai contoh bagaimana sektor pertanian mampu bersinergi dengan sektor pariwisata.
Melalui pengelolaan yang mengedepankan kelestarian lingkungan, kawasan ini tidak hanya menjadi pelindung ekosistem lokal, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Kehadiran Sawah Lembur Pakuan dipercaya mampu memberikan inspirasi bagi pengembangan wilayah lain dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pemanfaatan lahan berkelanjutan.











