HARIANJABAR.ID – Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa kurangnya saldo uang elektronik pada pengguna jalan menjadi penyebab utama terjadinya kepadatan kendaraan di gerbang tol selama masa mudik dan arus balik Lebaran. Masalah teknis ini memicu penundaan waktu transaksi yang signifikan karena banyaknya pengendara yang terpaksa melakukan pengisian ulang saldo di lokasi gerbang.
Aktivitas pengisian saldo yang dilakukan secara mendadak di gerbang tol menghambat kelancaran arus lalu lintas yang seharusnya bisa berjalan cepat. Menurut Rivan, ketika ribuan kendaraan mengalami kendala serupa dalam waktu yang bersamaan, hal ini secara otomatis menciptakan antrean panjang yang tidak terhindarkan.
Kondisi kepadatan ini diprediksi akan kembali terulang pada periode arus balik, terutama di titik-titik krusial seperti Gerbang Tol Cikampek Utama. Lokasi tersebut merupakan pertemuan arus utama kendaraan yang datang dari arah Trans Jawa menuju wilayah Jakarta.
Pihak Jasa Marga mengimbau agar para pengendara memastikan kecukupan saldo sebelum memulai perjalanan jauh guna menghindari hambatan di gerbang tol. “Dengan saldo e-toll kurang yang berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol, maka akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan dan mengakibatkan antrean di gerbang tol,” ujar Rivan pada Rabu (25/3/2026).
Estimasi Kebutuhan Saldo untuk Perjalanan Trans Jawa
Rivan menekankan pentingnya persiapan saldo yang matang, khususnya bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menerus. “Siapkan saldo e-toll cukup bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus, khususnya dari arah Trans Jawa menuju Jakarta,” tuturnya.
Bagi pengguna kendaraan Golongan I, Jasa Marga memberikan rincian estimasi biaya perjalanan sebagai panduan. Pengendara yang menempuh rute dari Semarang menuju Jakarta disarankan memiliki saldo minimal sebesar Rp500.000, sedangkan untuk rute Surabaya menuju Jakarta, saldo minimal yang dianjurkan adalah Rp1.000.000.
Selain kecukupan saldo, pengguna jalan juga harus memperhatikan penggunaan kartu uang elektronik pada sistem transaksi tertutup di Tol Trans Jawa. Dalam sistem ini, kartu yang ditempelkan di gerbang masuk harus sama dengan kartu yang digunakan untuk keluar, sehingga pengendara tidak dapat berganti kartu di tengah perjalanan jika saldo habis.
Jasa Marga mengingatkan bahwa gangguan kecil di area transaksi dapat memberikan dampak domino terhadap kelancaran arus lalu lintas secara keseluruhan. Pengendara diharapkan tetap disiplin dalam mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas di lapangan demi kenyamanan bersama selama perjalanan arus balik.












