Beranda / Sains & Tekno / Tim ITB Kembangkan Rumpon Portabel untuk Tingkatkan Hasil Tangkapan Nelayan Toli-Toli

Tim ITB Kembangkan Rumpon Portabel untuk Tingkatkan Hasil Tangkapan Nelayan Toli-Toli

HARIANJABAR.ID- Tim Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama IPB University menyalurkan teknologi rumpon portabel serta memberikan edukasi pengoperasian alat kepada para nelayan di Desa Kabetan, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, Minggu 5 Juli 2026.

Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas hasil tangkapan nelayan secara berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat pesisir dalam mengelola sumber daya laut. Selain bantuan perangkat, nelayan setempat mendapatkan pelatihan intensif mengenai teknik pemasangan, pemeliharaan, serta penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan.

Program ini bertujuan untuk memastikan teknologi hasil riset akademisi dapat diaplikasikan langsung dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam jangka panjang. Selain sektor perikanan, inisiatif ini juga mencakup pemasangan lampu jalan berbasis tenaga surya guna membantu akses energi bersih di wilayah yang memiliki keterbatasan listrik.

Ketua Tim Pelaksana, Dr. Sri Raharno, menyatakan bahwa program ini memadukan riset laboratorium dengan implementasi nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat pesisir. “Teknologi yang kami kembangkan harus dapat digunakan oleh masyarakat dalam kondisi nyata, karena itu kegiatan ini tidak hanya berupa penyerahan alat, tetapi juga pelatihan, pendampingan, dan implementasi langsung di lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Dr. Sri pada Minggu, 5 Juli 2026.

Penerapan Inovasi Rumpon Portabel

Pemanfaatan teknologi rumpon portabel diharapkan menjadi model pendampingan yang bisa direplikasi di daerah lain yang memiliki tantangan serupa. Melalui kolaborasi antar lembaga ini, program tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam bidang penguatan ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya laut.

Implementasi teknologi ini melibatkan beberapa tahapan utama bagi para nelayan, yaitu:

  • Pelatihan teknis pemasangan rumpon di area penangkapan ikan.
  • Pendampingan operasional dan perawatan rutin alat tangkap.
  • Penerapan sistem pendukung energi terbarukan di lingkungan desa.

Kehadiran inovasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan di Desa Kabetan. Dengan model pendampingan yang berkelanjutan, teknologi rekayasa teknik dari kampus kini telah berhasil diintegrasikan langsung ke dalam aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.