Beranda / Pendidikan / Lagu Berjudul Erika Viral dan Meresahkan, HMT ITB Nyatakan Permohonan Maaf

Lagu Berjudul Erika Viral dan Meresahkan, HMT ITB Nyatakan Permohonan Maaf

HARIANJABAR.ID –  Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Bandung (HMT-ITB) secara resmi merilis pernyataan permohonan maaf pada Rabu (15/4/2026) menyusul viralnya video penampilan grup musik mereka yang membawakan lagu berjudul Erika. Penampilan dari unit Orkes Semi Dangdut (OSD) tersebut mendapat sorotan tajam karena liriknya dianggap mengandung unsur pelecehan seksual terhadap kaum perempuan.

Klarifikasi ini disampaikan melalui laman resmi ITB sebagai respons atas keresahan yang berkembang di masyarakat. Pihak himpunan menyatakan bahwa mereka menyadari sepenuhnya mengenai sensitivitas isu tersebut dan menyampaikan rasa simpati kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan,” ungkap HMT-ITB dalam keterangan tertulisnya.

Sebagai informasi, unit Orkes Semi Dangdut HMT-ITB merupakan bagian dari organisasi yang telah eksis sejak tahun 1970-an, sedangkan lagu Erika diketahui diciptakan pada dekade 1980-an. HMT-ITB mengakui adanya kelalaian dalam membawakan lagu tersebut tanpa mempertimbangkan perkembangan norma sosial dan nilai kesusilaan yang berlaku di masyarakat saat ini.

Langkah Evaluasi Internal

Pihak mahasiswa menegaskan bahwa materi yang ditampilkan dalam video tersebut tidak mencerminkan prinsip yang dipegang teguh oleh organisasi kemahasiswaan maupun lingkungan kampus. HMT-ITB menyatakan komitmennya untuk tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang berpotensi merendahkan martabat orang lain.

“Kami dengan tegas mengakui bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan,” jelas pernyataan resmi dari HMT-ITB.

Menindaklanjuti situasi ini, HMT-ITB telah melakukan koordinasi untuk menghapus semua konten video dan audio dari kanal komunikasi resmi mereka. Tindakan ini juga mencakup penghapusan rekaman serupa dari tahun 2020 yang sempat kembali beredar luas di media sosial melalui akun-akun individu.

Ke depannya, HMT-ITB akan mengadakan evaluasi internal secara menyeluruh terhadap seluruh pelaksanaan program kerja dan pengawasan terhadap karya seni yang ditampilkan. Langkah ini mencakup peninjauan kembali standar serta pedoman organisasi agar tetap selaras dengan etika yang berlaku di lingkungan kampus Institut Teknologi Bandung dan masyarakat luas.