HARIANJABAR.ID – Curah hujan tinggi pada Kamis malam mengakibatkan banjir luapan sungai yang merendam ratusan rumah warga di wilayah Kecamatan Garut Kota dan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut melaporkan bahwa bencana ini berdampak pada sedikitnya 203 jiwa yang bermukim di kawasan tersebut.
Sekretaris BPBD Kabupaten Garut, Abud Abdullah, menjelaskan bahwa banjir tersebut menyebabkan genangan air masuk ke rumah warga serta meluap ke badan jalan. Kondisi ini sempat memicu kemacetan arus lalu lintas di beberapa titik lokasi terdampak.
Di wilayah Kecamatan Karangpawitan, luapan air terjadi di Kampung Campaka dan Kampung Balong akibat kenaikan debit air pada saluran pemukiman setelah hujan lebat berdurasi lama. Sementara itu, banjir di wilayah Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, dipicu oleh meluapnya Sungai Cilampeang dan Sungai Ciwalen ke area hunian masyarakat.
“Kejadian tersebut dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam durasi cukup lama, sehingga menyebabkan peningkatan debit air di Sungai Cilampeang, dan Sungai Ciwalen sehingga mengakibatkan luapan air,” ungkap Abud Abdullah di Garut, Jumat (17/4/2026).
Upaya Penanganan dan Mitigasi Bencana BPBD Garut
Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 88 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir di wilayah perkotaan tersebut. Meskipun luapan air sempat mengganggu aktivitas harian warga, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa alam ini dan genangan air di sejumlah titik telah berangsur surut.
Abud mengimbau warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Saat ini, BPBD Garut tengah melakukan koordinasi intensif dengan dinas terkait guna mengevaluasi persoalan drainase agar musibah serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, pemerintah daerah mulai menggencarkan program penanaman pohon untuk memperkuat daerah resapan air serta memberikan edukasi mitigasi kepada warga di zona rawan. “Kami juga melakukan berbagai upaya, mulai dari sosialisasi, edukasi maupun berbagai langkah upaya mitigasi seperti bersama-sama dengan instansi terkait,” tutupnya.












