HARIANJABAR.ID- Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, resmi menjalankan Program Revolusi Pertanian atau Revolper sebagai langkah strategis untuk menggenjot produktivitas hasil panen padi dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Inisiatif ini diwujudkan melalui integrasi penerapan teknologi budi daya modern, penggunaan benih unggul, serta penguatan infrastruktur irigasi di berbagai wilayah sentra pertanian.
Program ini menjadi fokus perhatian pemerintah daerah dengan melibatkan kolaborasi berbagai sektor dalam proses panen raya padi varietas IF 20 dan Inpari 32 di Kelompok Tani Gemah Ripah, Kecamatan Tanjungkerta. Sinergi lintas sektor dianggap menjadi instrumen penting agar manfaat dari teknologi pertanian dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat tani.
Pada lahan percontohan seluas 10 hektare, Kelompok Tani Gemah Ripah bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Padjadjaran dan Universitas Winaya Mukti. Fokus utama dalam demplot tersebut mencakup pengujian teknik budi daya, sistem pemupukan presisi, hingga metode pengendalian hama terpadu untuk menekan biaya operasional.
Hasil analisis tim statistik menunjukkan adanya peningkatan produktivitas yang signifikan pada tahap pertama penerapan program. Keberhasilan ini tidak lepas dari pendekatan pentahelix yang menyatukan peran pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha.
Empat Pilar Utama Revolper
Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan bahwa program Revolper berdiri di atas empat pilar utama demi menjamin keberhasilan sektor pangan daerah. Komponen tersebut meliputi pemastian ketersediaan air melalui irigasi yang stabil, pemilihan benih unggul bermutu tinggi, efisiensi pemupukan berimbang, serta modernisasi alat dan mesin pertanian dalam setiap tahapan produksi hingga pascapanen.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyatakan bahwa kolaborasi antar pihak adalah kunci utama dalam menciptakan ekosistem pertanian yang lebih menguntungkan. Kolaborasi menjadi kunci untuk menghasilkan program pertanian yang memberikan manfaat nyata bagi para petani karena pendapatan petani meningkat dan pada akhirnya petani semakin sejahtera, ungkap Dony pada Minggu (25/10/2026).
Langkah ini juga didukung dengan penyaluran berbagai bantuan peralatan mekanisasi pertanian serta pembangunan infrastruktur penunjang seperti dam parit dan perbaikan jaringan irigasi tingkat usaha tani. Dengan data produksi padi daerah yang mencapai 294.000 ton pada tahun 2025 dibandingkan tingkat konsumsi masyarakat sekitar 103.000 ton, penerapan teknologi Revolper diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan Sumedang secara berkelanjutan.












