Beranda / Nasional / KDM Dorong Peran Insinyur Selesaikan Tantangan Transportasi dan Lingkungan

KDM Dorong Peran Insinyur Selesaikan Tantangan Transportasi dan Lingkungan

HARIANJABAR.ID- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara resmi mengajak para insinyur di Indonesia untuk berperan aktif dalam menangani permasalahan transportasi dan lingkungan di wilayahnya melalui implementasi kode etik profesi yang ketat. Inisiatif tersebut disampaikan dalam ajang 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 44) yang berlangsung di Kota Bandung.

KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, menekankan urgensi kehadiran tenaga ahli teknis dalam merespons persoalan harian warga, khususnya terkait kemacetan lalu lintas dan banjir yang kerap terjadi di area perkotaan. Ia menyoroti bahwa manajemen transportasi yang belum tertata menjadi pemicu utama munculnya problematika tersebut di berbagai kota di Jawa Barat.

BACA JUGA  Pemprov Jabar Berikan Santunan dan Tanggung Biaya Medis Korban Kecelakaan KA di Bekasi

Sebagai solusi konkret, pemerintah provinsi berencana mengganti unit angkutan umum lama dengan armada baru yang lebih modern serta berkelanjutan. Langkah ini dilakukan agar sektor transportasi publik mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus menjamin kesejahteraan para pengemudi melalui pola manajemen yang lebih baik.

“Tidak usah lagi stor pada tuannya tetapi dibuat karakter wilayah, di mana nanti mobilnya ramah lingkungan, ramah anak, ramah ibu hamil kemudian juga memberikan kesejahteraan bagi para sopir,” ungkap Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan dalam acara CAFEO 44, Selasa (20/10/2026).

Pentingnya Integritas Insinyur Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa setiap kegagalan teknis dalam perencanaan infrastruktur harus dapat dipertanggungjawabkan melalui mekanisme dewan etik. Ia mengusulkan agar Persatuan Insinyur Indonesia (PII) lebih tegas dalam menerapkan sanksi bagi praktisi yang melakukan kesalahan dalam perencanaan hingga implementasi proyek strategis.

BACA JUGA  Jabar Kembali Pimpin Realisasi Investasi Nasional Triwulan Ketiga

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PII, Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, menyatakan kesiapan organisasinya untuk bersinergi dengan pemerintah daerah. Fokus utama kerja sama ini mencakup elektrifikasi armada angkutan umum serta standardisasi wahana transportasi agar lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Ilham menambahkan bahwa transformasi sistem transportasi ke depan dirancang agar para pengemudi angkot dapat bertransformasi layaknya pelaku usaha kecil menengah. Dengan adanya sistem baru, pengemudi diharapkan memiliki kepemilikan mandiri atas armadanya, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan taraf hidup mereka.

Tag: